Terhambat Pasokan Gas, PT Pupuk Tak Optimal

Pipa saluran gas (foto: Ist)

KBRN, Jakarta : PT Pupuk Indonesia (Persero) menyatakan bahwa suplai gas dari Blok Masela untuk kebutuhan produksinya masih terhambat oleh ketersediaan dan kesiapan pipa jaringan transmisi. Padahal gas menjadi bahan baku utama bagi industri ini.

Meski pengelola Blok Masela telah menandatangani perjanjian suplai Gas dengan PT Pupuk Indonesia, namun  pemasangan pipa gas dari Masela yang menyambung ke Pulau Yamdena, tempat dimana pabrik pupuk itu berada, masih menemui kesulitan.

 "Masih ada kesulitan dari pihak Production Sharing Contract (PSC/ Inpex) ini untuk memasang pipa tersebut karena mungkin kedalaman laut dan mungkin ada palung di situ, mungkin butuh teknologi untuk menyalurkan gas sampai ke pulau Yamdena,” ujar Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Achmad Bakir Pasaman dalam keterangannya, Kamis (03/12).

Achmad mengatakan, dari segi jarak, kedua tempat itu hanya terpaut 179 km saja. Jarak itu sebenarnya masih dianggap relatif dekat. Sementara dari pihak Pupuk Indonesia, kata Achmad, telah menyiapkan banyak rencana, dengan target 150 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) yang dialokasikan, yakni dengan membangun pabrik amonia dan methanol.

"Kalau amonianya nanti bisa dibawa ke mana saja karena pabrik urea kami yang mungkin nanti kehabisan gas, amonia kami bisa kirimkan langsung atau ke Bontang atau bisa ekspor karena pabrik urea kami di Bontang masih bisa menampung,” pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00