Sekarang Sehat Dulu, Tahun Depan Baru Pertumbuhan

Perajin menata tempe di industri rumahan di Jakarta, Kamis (22/10/2020). Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan pemerintah telah menggelontorkan dana program restrukturisasi kredit untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebesar Rp359,98 triliun dengan jumlah 5,82 juta debitur per 28 September 2020, agar UMKM dapat segera kembali bangkit di saat pandemi COVID-19. (ANTARA)

KBRN, Jakarta: Kontraksi ekonomi yang dihadapi pemerintah Indonesia sebagai dampak dari penyebaran corona diperkirakan akan berlanjut hingga kuartal ketiga dan pada pertengahan tahun 2021 diperkirakan upaya mendongkrak pertumbuhan ekonomi baru bisa bergerak, menurut penjelasan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Raden Pardede saat berbicara dalam Webinar "Peran Jaminan Kesehatan di Era Pandemi COVID-19", diselenggarakan BPJS Kesehatan, Kamis (22/10/2020), mengatakan prioritas saat ini adalah mengembalikan kondisi kesehatan masyarakat ke tahap sebelum penularan kasus Covid-19.

"Jadi memang kembali prioritas kita sekarang sehat dulu, kemudian dimulai pertengahan tahun depan, harapan kita, kita akan mulai bekerja lebih banyak lagi," ungkap Raden Pardede.

"Jadi di situ program-program padat kerja, kita bisa giatkan lebih intensif mulai pertengahan tahun depan, manakala sebagian kita sudah mulai divaksinasi. Karena kalau kita tidak divaksinasi, terus kita buat program-program yang padat kerja, yang mungkin harus berkerumun, maka kita akan bisa terpapar infeksi yang sangat signifikan," jelasnya.

"Sesudah itu baru kita bertumbuh dan melakukan transformasi."

Prioritas program yang diusung pemerintah dengan menekankan sisi kesehatan dan perekonomian, menurutnya, akan berlanjut hingga tahun depan.

"Dilakukan secara bersamaan, tapi prioritas itu tetap kita dahulukan dulu bagaimana mengurangi daya infeksi virus ini. Kemudian memperluas kapasitas testing, pelacakan, dan isolasi, dan tentu mencari cara pengobatan yang ampuh, obat-obatan, dan juga vaksin," jelas Raden Pardede.

"Yang kedua adalah menyelamatkan hidup, mata pencaharian hidup. Yang jelas yang kita lakukan adalah secara cepat dan masif, adalah memberikan bantuan sosial kepada kelompok rumah tangga yang paling rentan, yang terdampak COVID-19 ini," ungkapnya lagi.

Ia juga menjelaskan pada pertengahan tahun depan dan seterusnya akan menggeser program perlindungan sosial menjadi program-program padat kerja.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00