Juliari: Kalau Kemensos tidak Optimal, PEN Terganggu

Juliari dalam arahannya ketika Rapat Pimpinan dengan Eselon I dan Eselon II Lingkup Kantor Pusat Kementerian Sosial mengenai Penyerapan Anggaran PEN TA 2020
Juliari bersama jajaran nya disela kegiatan Rapat Pimpinan dengan Eselon I dan Eselon II Lingkup Kantor Pusat Kementerian Sosial mengenai Penyerapan Anggaran PEN TA 2020

KBRN,  Jakarta: Menteri Sosial RI, Juliari P Batubara mengakui, jika penyerapan anggaran di kementerian yang dipimpinnya tidak optimal, maka akan mengganggu Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Sebab menurut dia, lebih dari separuh anggaran PEN dengan pagu Rp204.95 triliun TA 2020, berada di Kemensos. Yakni sebesar Rp128 triliun.

"Lebih dari separuh. Jadi kalau realisasi anggaran di Kemensos tidak optimal, tentu akan sangat mengganggu program nasional PEN,” kata Juliari, Sabtu (26/9/2020).

Ibarat permainan sepak bola, katanya, Kemensos mengambil posisi sebagai libero (pengatur serangan). Makanya, Kemensos sangat berperan penting di masa pandemi Covid-19 ini.

 “Kalau liberonya loyo, kemenangan akan sulit diharapkan. Dalam permainan bola ini, kita tidak boleh menang adu penalti, atau menang di babak tambahan. Tapi kita harus menang straight set kalau main badminton,” katanya. 

Dia pun meminta jajaran untuk meningkatkan realisasi penyerapan anggaran melebihi kementerian lembaga lain dengan margin signifikan.

Perlu diketahui, dalam data per 23 September, unit Sekretaris Jenderal dari Pagu Rp355.586 miliar telah terealisasi 59.13 persen, unit Inspektorat Jenderal dari Pagu Rp32.550 miliar telah terserap 66.48 persen, dan unit Ditjen Pemberdayaan Sosial dengan Pagu Rp4.893 triliun terealiasi 3.30 persen. 

Kemudian untuk unit Ditjen Rehabilitasi Sosial dari Pagu Rp893.764 miliar telah terealisasi 65 01 persen, unit Ditjen Linjamsos dari Pagu Rp45.955 triliun telah terealisasi 75.82 persen, unit Ditjen PFM dari Pagu Rp81.506 triliun telah terealisasi 72.36 persen, dan unit Badiklit Pensos dari dari Pagu Rp372.020 miliar telah terealisasi 63.72 persen.

Pada bagian lain arahannya, Juliari yang juga politisi PDI Perjuangan ini berpesan agar pimpinan unit meningkatkan fokus utama menjaga pencairan Bantuan Sosial sesuai Rencana Penarikan Dana (RPD). Lalu menyusun kembali rencana belanja bansos sembako yang masih dibutuhkan.

Tidak hanya itu, dia juga meminta jajarannya melakukan revisi yang telah selesai atau dalam proses agar segera dipersiapkan pelaksanaannya.

"Yang tak kalah penting melakukan percepatan Realisasi Belanja Modal sebelum bulan Desember," tukasnya.

Sebagai informasi, dari anggaran sebesar Rp134.008 triliun, realisasi penyerapan anggaran Kemensos baru mencapai Rp95.922 triliun, atau sebesar 71.58 persen, per 24 September 2020. (Foto: Istimewa)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00