Jutaan Pekerja Terdampak Covid-19, Tantangan Lulusan Baru

KBRN, Padang: Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengatakan sektor ketenagakerjaan mengalami guncangan di masa pandemi Covid-19. Tercatat, sebanyak 2.15 juta pekerja yang terdampak Covid-19, mulai dari dirumahkan sampai pemutusan hubungan kerja. 

"Masalah itu telah ditanggulangi pemerintah melalui stimulus subsidi gaji, dan prakerja," kata Menteri Ida saat memberikan kuliah umum pada wisuda di Universitas Negeri Padang yang dilaksanakan secara virtual, Jumat (25/9/2020).

Kondisi ini, menurut Menteri Ida Fauziyah, menjadi tantangan berat bagi lulusan baru dalam dunia kerja. Sebab mereka menghadapi dua tantangan besar sekaligus, yakni revolusi industri dan pandemi dalam masa yang bersamaan.

Untuk itu, lanjutnya, lulusan perguruan tinggi harus memiliki modal penguasaan teknologi untuk bertarung merebut dunia kerja atau membuka peluang usaha.

Transformasi digital, jelas Menteri Ida Fauziyah, menjadi norma baru di era revolusi industri  karena dampaknya sangat besar dalam dunia ketenagakerjaan. Salah satunya, menurutnya terjadi perubahan pola pikir dalam berkerja, cara bekerja, hingga keahlian yang dibutuhkan dalam dunia kerja. 

Ia menilai, proses digitalisasi yang menandai revolusi industri juga membuat sejumlah pekerjaan hilang karena posisi manusia diganti oleh teknologi buatan. Untuk itulah sangat perlu penguasaan teknologi dan jeli melihat peluang kerja yang mampu bertahan di masa mendatang.

“Misalnya, industri teknologi dan informasi yang paling tinggi pertumbuhannya. Pekerjaan sebagai programer, analisis data, dan perancang kecerdasan buatan. Begitupula, jika berwirausaha harus mampu berinovasi dengan pemanfaatan teknologi,” bebernya pada ribuan wisudawan/wisudawati.

Hal senada juga diungkapkan Rektor UNP Prof. Ganefri. Menurutnya, inovasi dengan memanfaatkan teknologi informatika merupakan keniscayaan yang harus dilakukan. Sebab saat ini kehidupan masyarakat di segala sektor telah berbasis elektronik dengan memanfaatkan teknologi informatika.

“Mengembangkan usaha berbasis teknologi juga menjadi solusi bertahan di masa pandemi. Ini merupakan salah satu jawaban dari guncangan yang kita alami secara global,” ungkapnya.

Sementara itu, wisuda periode 120 di Universitas Negeri Padang merupakan wisuda kali ketiga yang digelar secara virtual. Sebab di Kota Padang saat ini masih masuk zona merah penularan Covid- 19.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00