Nur Minah Akhirnya Dapat Terus Berjualan

Nur Minah atau karib disapa Bu Nur, pedagang kecil di Jalan Sriwijaya, Mataram, Lombok (Dok. RRI)

KBRN, Mataram: Dampak dari wabah Covid-19 sangat dirasakan oleh Nur Minah. Dimana hasil penjualan dari dagangannya sangat sedikit sekali. Wanita paruh baya yang akrab disapa Bu Nur ini menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Suami yang seharusnya memberikan nafkah sekarang sudah tidak bekerja lagi. 

Suami Bu Nur bekerja sebagai Buruh Proyek tapi sejak Covid-19 menerjang, banyak pekerja yang dirumahkan dan tidak berpenghasilan lagi. 

"Jadi sekarang hanya warung ini yang menjadi sumber penghasilan bagi keluarga. Saya menjual nasi campur atau nasi bungkus di jalan Sriwijaya, tepatnya di depan Hotel Grand Legi Mataram. Karena Hotel yang tutup selama Pandemi, jadi taksi tidak mangkal lagi di depan hotel dan berimbas ke warung jadi sepi. Kadang sehari hanya bawa pulang Rp50 ribu bahkan kurang, jadi untuk modal berjualan kembali saya harus ngutang dulu ke warung lain, kadang nggak enak kalo terlalu sering ngutang bahan jualan," cerita Bi Nur dengan suara bergetar, Selasa (22/9/2020).

Ia menuturkan, masih ada tiga orang anak yang harus ditanggung. Beruntung, yang masih sekolah tinggal anak bungsu saja, yang lain sudah lulus.

Anak pertamanya masih dalam proses melamar pekerjaan di beberapa toko dan kantor tapi belum ada panggilan. 

Nur Minah, pedagang kecil di Jalan Sriwijaya, Mataram, Lombok (Dok. RRI)

"Alhamdulillah ada bantuan Wakaf Modal Usaha Mikro (WMUM), jadi saya bisa memodali usaha saya. Sebelumnya saya juga menerima bantuan Modal Usaha dalam Program Sahabat Usaha Mikro Indonesia (SUMI) tapi karena dampak pandemi yang berkepanjangan modal itu pun habis. Mudah-mudahan pandemi ini segera berakhir dan semuanya kembali normal," harapnya.

Kepala Program ACT NTB, M. Romi Saefuddin mengatakan, program Wakaf Usaha Mikro Indonesia ini merupakan program masterpiece dari aksi cepat tanggap dalam pemberdayaan ekonomi umat.

Program ini untuk masyarakat menengah kebawah yang sedang dilanda prahara ekonomi akibat pandemi Covid-19. Oleh karena itu, aksi cepat tanggap melaksanakan program WMUM ini kepada masyarakat yang ada di seputaran Mataram.

"Sudah ada sekitar 35 penerima manfaat yang terus kita berdayakan. Harapannya semoga dengan program ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa masalah ekonomi akibat Covid-19 ini. Banyak yang sangat mengharapkan program ini bisa berjalan dengan baik oleh karena itu kami mohon kepada semua para darmawan sekalian bisa terlibat dalam aksi gerakan program WMUM," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00