Negara Minta Bambang Trihatmojo Segera Bayar Utang

Foto: ist

KBRN, Jakarta: Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo akhirnya angkat bicara perihal gugatan Bambang Trihatmojo kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. 

Menurutnya, gugatan itu muncul setelah adanya perpanjangan pencegahan bepergian ke luar negeri atau cekal dalam rangka pengurusan piutang negara terkait dengan Sea Games 1997.

"Jadi pencegahan akan dicabut kalau ada pembayaran terhadap utang tersebut," kata Yustinus, Jumat (18/9/2020).

Lebih jauh, Yustinus mengungkapkan, perintah tersebut dilakukan sesuai instruksi Sekretariat Negara yang mendorong penagihan utang tersebut, dan dilimpahkan ke Kementerian Keuangan.

"Ini limpahan Sekretariat Negara ke Kemenkeu untuk ditagih," imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Isa Rachmatawarta mengatakan, pelarangan kepada putra mantan Presiden Soeharto tersebut karena Bambang diketahui tidak menyelesaikan kewajibannya.

Untuk diketahui, pencekalan ke luar negeri yang diusut oleh putra Presiden RI ke-2, Soeharto itu terkait dengan pelaksanaan SEA GAMES XIX pada 1997. Saat itu, Bambang merupakan Ketua Konsorsium pelaksanaan SEA Games XIX.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00