Jembatan Terpanjang ke-III Indonesia Bakal Uji Laik

Jembatan Teluk Kendari Hampir Rampung (Foto:Dinas PU Sultra)

KBRN, Kendari: Pembangunan Jembatan Teluk Kendari sepanjang 1.34 kilometer menghubungkan Kota Lama Kecamatan Kendari dengan wilayah Kecamatan Poasia telah rampung. Rencana uji laik fungsi, atau uji beban jembatan bakal dilakukan akhir bulan ini, September 2020.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Sulawesi Tenggara (Sultra) Ichsan Permana Putra mengungkapkan, hingga kini progress pembangunan Jembatan Teluk Kendari sudah mencapai 98 persen, atau dalam proses finishing.

“Sebelum diresmikan penggunaannya, terlebih dulu dilakukan uji laik fungsi, atau uji beban untuk memastikan, kekuatan beban kendaraan yang akan melintas di atas jembatan,” ungkap Ichsan kepada RRI Kendari di Kendarai, Sulawesi Utara, Rabu (9/9/2020).

Terkait empat bangunan ruko dan rumah warga yang belum dirobohkan, Ichsan menerangkan, rencana eksekusi dilakukan pekan ini oleh Pengadilan Negeri Kendari.

“Sedangkan, biaya ganti rugi lahan bangunan ruko, dan rumah warga itu sudah disiapkan sebesar Rp2.8 miliar, dan telah dititipkan di Pengadilan Negeri Kendari,” ujar Ichsan.

Jembatan Teluk Kendari menjadi jembatan terpanjang ke-III Indonesia saat ini karena menggeser peringkat ke-III sebelumnya, yaitu Jembatan Siak Tengku Agung Sultanah Latifah di Provinsi Riau, dengan panjang 1.196 meter.

Peringkat ke-I jembatan terpanjang Indonesia masih berada di Jawa Timur, yaitu Jembatan Suramadu dengan panjang 5.438 meter yang diresmikan, pada Juni 2009. Sedangkan, peringkat ke-II jembatan terpanjang Indonesia berada di Jawa Barat, yaitu Jembatan Pasupati dengan panjang 2.800 meter.

Jembatan Teluk Kendari diproyeksikan dapat mendukung percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Apalagi, daerah Poasia dan Pulau Bungkutoko akan dikembangkan menjadi kawasan industri. Sebab, Pelabuhan Kendari New Port dan kawasan permukiman baru juga telah dikembangkan saat ini. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00