Jaringan Pengedar Rokok Ilegal Jawa-Sumatera Ditangkap

KBRN, Semarang: Bea Cukai Jawa Tengah dan Yogyakarta menangkap pengedar rokok illegal jaringan Jawa-Sumatera sekaligus dalam tiga penindakan. Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil BC Jateng DIY Mochammad Arif Setijo Nugroho menyatakan, tiga penindakan beruntun dilakukan dalam operasi dua hari. Tepatnya, per 8-9 Agustus 2020 di wilayah Jawa Tengah.

"Total dalam penindakan itu diamankan sebanyak 3.8 juta batang rokok illegal senilai Rp3.86 miliar yang berpotensi merugikan keuangan negara senilai Rp1.99 miliar. (Itu diawali, red) informasi intelijen yang diterima bahwa ada pergerakan rokok illegal dari Jepara menuju wilayah Sumatera," kata Arif kepada wartawan di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (12/8/20).

Tim, lanjut dia, kemudian melakukan patroli di sepanjang jalan diduga dilalui kendaraan pengangkut rokok illegal.

"Antara lain di sepanjang Jalan Demak - Semarang dan Jalan Tol Semarang -Tegal dengan menggandeng Tim Bea Cukai Semarang dan Tegal," kata Mochammad Arif Setijo didampingi Kepala Seksi Penindakan I, Thomas Aquino.

Setelah melakukan pemantauan, Kanwil dan Bea Cukai Tegal melakukan pemeriksaan dan penindakan pertama terhadap sebuah truk bermuatan rokok illegal berbagai merk yang dilekati pita cukai palsu.

"(Selain itu, red) dan tanpa pita cukai, pada Sabtu dini hari (9/8/ 2020), pukul 03.30 di Tol Pejagan - Pemalang di KM-311, Sumur Gesing, Jebed Utara, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Total, rokok illegal yang diangkut sebanyak 1.07 juta batang dengan nilai sebesar Rp1.09 miliar dan dengan potensi kerugian negara mencapai Rp638.41 juta," terang dia.

Bahkan, kata dia, temuan rokok ilegal ini tidak hanya dipasa pita cukai palsu.

"Rokok illegal ini sengaja ditutupi muatan karung berisi cabai keriting untuk mengelabuhi petugas. Selanjutnya barang hasil penindakan, truk beserta sopir dan kernet dibawa ke Bea Cukai Tegal untuk pendalaman," ujar Arif.

Pada hari berikutnya, Minggu dini hari pukul 01.30 WIB, kembali ditemukan rokok ilegal dalam muatan truk di Jalan Kaligawe Raya, Trimulyo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Saat itu, Tim Kanwil dan Bea Cukai Semarang melakukan pemeriksaan dan penindakan kedua terhadap sebuah truk mengangkut 780 ribu batang rokok illegal tanpa dilekati pita cukai.

"Nilainya diperkirakan sebesar Rp795.6 juta dan dengan potensi kerugian negara mencapai Rp462.78 juta. Rokok- okok tersebut ditutupi dengan muatan kerupuk sebagai kamuflase. Selanjutnya truk, barang hasil penindakan beserta sopir dan kernet dibawa ke Bea Cukai Semarang untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata dia.

Adapun penindakan ketiga dilakukan bekerja sama dengan Bea Cukai Cirebon, pada Minggu (9/8/2020) pukul 19.30 WIB di Rest Area 229 Tol Palikanci, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Sebelum penindakan dilakukan, Arif mengaku timnya sempat kehilangan jejak. Namun, koordinasi bersama berbagai pihak dilakukan.

"Diperoleh informasi bahwa truk teridentifikasi di Banjarnegara. Selanjutnya dilakukan koordinasi dengan Bea Cukai Purwokerto dan Cirebon untuk melakukan pengejaran hingga Tol Palikanci. Tim gabungan Bea Cukai Cirebon, Kanwil Jateng DIY dan Purwokerto akhirnya berhasil melakukan penghentian terhadap truk tersebut," kata Kepala Seksi Penindakan I, Thomas Aquino.

Setelah dilakukan pemeriksaan di Cirebon, didapati 1.96 Juta batang rokok tanpa dilekati pita cukai dengan nilai sebesar Rp1.96 miliar dan dengan potensi kerugian negara mencapai Rp895.44 juta.

Seluruh barang hasil penindakan, truk beserta sopir dan kernet kemudian dibawa ke Bea Cukai Cirebon untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Rokok-rokok tersebut hendak dipasarkan ke wilayah Sumatera yang memang menjadi pasar tersendiri. Para sindikat antara lain menyasar daerah Padang, Jambi, Pekanbaru dan Lampung," ujar Thomas.

Atas kasus ini para pelaku pengedar rokok illegal disangkakan Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, dengan pidana penjara maksimal 5 tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00