Update Fase II MRT, Sudah Sampai Mana?

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar dan Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim Di Jembatan Thamrin Jakarta, (Dok. Danang Sundoro/RRI)

KBRN,  Jakarta : Pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia termasuk Indonesia, sempat mengganggu pengerjaan Proyek Moda Raya Terpadu (MRT) Fase II. Awalnya direncanakan proyek ini dimulai Maret 2020, namun baru terealisasikan pada 15 Juni 2020.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), William Sabandar dan Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Silvia Halim, menjelaskan perkembangan terbaru dari pembangunan fase II MRT Jakarta, khususnya paket kontrak CP201.

Paket kontrak ini meliputi pembangunan dua terowongan dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Harmoni sepanjang sekitar 1,9 kilometer, pembangunan Stasiun Thamrin yang panjangnya kurang lebih 455 meter, dan Stasiun Monas dengan panjang sekitar 280 meter. Sejak dimulainya pekerjaan konstruksi 15 Juni 2020 lalu, pekerjaan telah mulai masuk ke tahap penataan rekayasa lalu lintas. 

"Progres pembangunan proyek MRT fase II baru sampai pada tahap rekayasa lalu lintas, archeological test pit dan pencabutan pohon," kata William Sabandar dalam Forum Jurnalis MRT di Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2020).

Baca juga: Pembangunan MRT Ratusan Pohon Ibukota Dipindahkan, Kemana ?

Baca Juga: Ini Rekayasa Lalin Pembangunan Fase 2 MRT

Pantauan Radio Republik Indonesia saat memantau dari atas jembatan penyeberangan di sekitaran Thamrin, proses pengerjaan tahap ini telah dimulai dari batas lanjutan Fase I di depan Gedung Sinarmas Land Plaza Thamrin hingga nantinya menuju Patung Kuda mulai akhir Juli 2020-Maret 2023.

Berbagai tahapan dilalui, yaitu menggeser area kerja dari tengah ke kiri jalan. Dengan tujuan, arus lalu lintas pindah ke tengah dan sisi Barat, sehingga rekayasa lalu lintas tahap dua ini rencananya berjalan April-Desember 2023.

"Pada dasarnya ditahun 2020 ini kita konsentrasi dipelebaran jalan dulu, sekitar satu hingga dua bulan dulu. Lalu sekitar bulan November, kita akan menggeser jalan ke kiri dan ke kanan agar kita bisa melakukan pembangunan di tengah. Nah, saat itu berarti kita sudah mulai menggali Stasiun ke bawah dan akan memakan waktu dua tiga tahun kedepan. Setelah itu, kita akan menutup jalan lagi dan merapikan jalan lagi, ditahun terakhir 2025," jelas Silvia Halim kepada RRI di atas jembatan penyeberangan sekitar Thamrin, Selasa (11/8/2020).

Selama ini berlangsung, maka proses archeological test pit juga dilakukan yakni aktivitas ekskavasi arkeologi pelestarian cagar budaya. Proses ini akan terus berlangsung hingga proyek galian terowong bawah tanah dapat terselesaikan dengan baik. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00