Protokol Kesehatan Industri Ikan Banyuwangi Dikontrol Ketat

Monitoring dan evaluasi protokol kesehatan di kawasan industri perikanan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur (Dok. Istimewa)

KBRN, Banyuwangi: Terus bertambahnya penularan kasus Corona Virus Disease 2019 atau disebut Covid-19 membuat Gugus Tugas Penanganan Covid Banyuwangi terus meningkatkan penerapan protokol kesehatan di setiap sektor.

Dalam memutus virus yang sudah menjadi pandemi tersebut, monitoring dan evaluasi terus dilakukan, tidak hanya di sektor pariwisata, Pemkab juga melakukan pemantauan di sektor industri yang berada di kawasan industri perikanan Muncar.  

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Guntur Priambodo, Selasa (11/8/2020) menjelaskan, monitoring dan evaluasi (monev) yang cukup ketat, dilakukan untuk mengendalikan penyebaran virus corona.

Apalagi saat ini kasus konfirmasi covid banyak terjadi dari kluster perkantoran yang juga menjadi perhatian gugus tugas.

“Kami tidak ingin sektor industri menjadi klaster penularan virus baru di daerah. Untuk itu evaluasi ketat kami lakukan untuk memastikan hal ini tidak terjadi,” imbuhnya.

Guntur melanjutkan, pantauan terhadap penerapan protokol kesehatan di sektor industri dilakukan di sejumlah perusahaan cold storage dan pengalengan ikan. Hasilnya, kata dia, masih banyak hal yang perlu dibenahi dalam lingkungan kerja terkait penerapan protokol kesehatan Covid-19.

“Setelah kami melihat langsung kondisi yang berlangsung di perusahaan-perusahaan di Muncar, sistem kerja para karyawan dan SOP yang dilakukan perusahaan masih ada hal yang perlu dievaluasi. Seperti pengaturan jarak aman antar pekerja,” ujar Guntur.

Atas kondisi tersebut, Gugus Tugas pun memberikan sejumlah catatan dan rekomendasi yang wajib dipatuhi oleh perusahaan.

Tim memberi waktu selama satu minggu bagi pihak perusahaan untuk memenuhi rekomendasi tersebut. Atau perusahaan akan mendapat surat peringatan pertama (SP 1) hingga evaluasi ijin usaha.

“Rekomendasi tersebut antara lain  menerapkan physical distancing saat karyawan bekerja,  membuat SOP (standar operasional prosedur) protokol kesehatan di perusahaan dan menyiapkan sarana prasarana," ungkapnya.

Tim gugus tugas juga mendorong pelaku usaha agar memperhatikan kondisi alat-alat kerja termasuk peralatan ibadah yang digunakan bersama-sama.

"Kami juga meminta agar alat-alat kerja harus steril, karena kita tidak pernah tahu dari mana penularan virus. Kemudian peralatan ibadah seperti sajadah dan mukena hendaknya dibawa personal," imbuh Guntur.

Penerapan tatanan kehidupan baru, perlu kebiasaan dalam penerapan protokol kesehatan menjadi lebih ketat dan kuat dibanding sebelumnya disaat pandemi.

Tidak hanya di sektor industri tapi juga oleh semua lapisan warga.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00