Sri Mulyani: Pasar Modal Penting Bagi Investor

KBRN, Jakarta: Bursa Efek Indonesia hari ini memperingati 43 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia, yang mengedepankan tema "Memperkuat Stabilitas Pasar Modal pada Era New Normal".

Sejak diaktifkannya kembali 43 tahun yang lalu, pasar modal memainkan berperan penting dalam menopang perekonomian bangsa ini, yang salah satunya sangat bergantung pada kinerja investasi, selain konsumsi rumah tangga dan kinerja ekspor. Selama 43 tahun pula, pasar modal mengalami perkembangan yang pesat, baik dari sisi infrastruktur, maupun produk yang ditawarkan untuk para investor. 

Namun sejak munculnya pandemi Covid-19 yang menimbulkan perubahan seluruh aktivitas manusia karena adanya pembatasan fisik maupun mobilitas, aktivitas ekonomi, termasuk di pasar modal juga menjadi terbatas. Sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi pasar modal Indonesia, untuk tetap meningkatkan kepercayaan publik sehingga pasar modal tetap menjadi alternatif investasi yang menarik bagi para investor dari dalam maupun investor asing.

"Di masa Covid-19 ini, peran pasar modal bagi para investor menjadi sangat penting. Saya berharap pasar modal bisa menjawab tantangan-tantangan yang muncul di era new normal, dan bisa memberikan kesempatan bagi para pemodal di Indonesia maupun di luar negeri, untuk melihat pasar modal Indonesia sebagai tempat berinvestasi yang aman, kredibel dan bisa dipercaya," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam peringatan 43 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia, Senin (10/8/2020).

Akibat pandemi Covid-19,  Pasar Modal sempat terpuruk di posisi terendah. Namun kemudian dapat menyesuaikan diri dengan berbagai langkah kebijakan dan terobosan yang dilakukan agar aktivitas di pasar modal tetap menggeliat. 

Saat ini, tantangan bagi Pasar Modal Indonesia masih seputar rendahnya jumlah investor dibandingkan populasi penduduk Indonesia.

"Dalam tiga tahun terkahir, jumlah  investor di Bursa Efek Indonesia meningkat 3 kali lipat. Sampai akhir Juli 2020, jumlahnya sebanyak 3 juta orang," kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi.

Oleh sebab itu, BEI berupaya untuk meningkatkan jumlah investor . "Semakin banyak investor mengindikasikan kepercayaan masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal," tambah Inarno.

Selain jumlah investor, meningkatkan jumlah emiten juga menjadi target BEI. Di masa Covid 19 ini, jumlah emiten baru cukup menggembirakan, sudah sebanyak 35 perusahaan yang masuk ke lantai bursa. 

"Ini mencatat pencapaian tertinggi di kawasan Asean," ujar Inarno.

Kedepannya, lanjut Inarno, di era new normal ini, BEI sebagai pasar modal Indonesia akan terus meningkatkan pelayanan termasuk memberikan perlindungan  bagi para investor. Untuk itu, BEI sudah membuat berbagai inovasi antara lain, virtual trading, sistem penawaran umum elektronik atau e-IPO, dan meluncurkan Indeks IDX Quality 30, serta menyusun peta jalan pasar modal syariah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00