Masyarakat Lombok Lawan Rentenir dengan Mawar Emas

Sekda Lotim (kiri) dan Najamuddin Amy (kanan).jpg

KBRN, Lombok Timur: Program Melawan Rentenir Berbasis Masjid (Mawar Emas) sekarang ini sedang digencarkan oleh Pemerintah Provinsi NTB bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), OJK, BI, didukung oleh Lembaga Pembiayaan Bank NTB Syariah dan PNM.

Mawar Emas akan diluncurkan pertama kali di Masjid Nurul Ikhsan Keruak, Lombok Timur.

Lombok Timur terpilih dan siap menjadi Kabupaten pertama yang meluncurkan program Mawar Emas setelah melalui proses pengamatan dan perhitungan dari pengurus MES Provinsi NTB.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Umum PW MES NTB, Najamuddin Amy di rumah dinas Sekda Lombok Timur, Sabtu, (8/8/2020).

Sebelumnya, observasi dan evaluasi lapangan dilakukan oleh pemerintah provinsi melalui Biro Humas dan Protokol Setda NTB, PW MES NTB, Sekda Lombok Timur Sekaligus bertemu beberapa Takmir Masjid di Keruak dan Pancor.

"Lombok Timur terpilih menjadi tempat pertama peluncuran Mawar Emas karena secara proporsional penduduk lombok timur menjadi salah satu kabupaten yang pas (cocok)," ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa program Mawar Emas ini akan dirangkai dengan acara sosialisasi kepada masyarakat luar terkait Mawar Emas itu sendiri. 

Sosialisasi ini akan diwakili oleh 50 nasabah mewakili 400 nasabah yang berasal dari 20 masjid di NTB.

Peluncuran ini, janjutnya, menerapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker, menjaga jarak dan memastikan kebersihan diri sebelum datang ke lokasi. Bahkan acara ini juga dikawal oleh pihak-pihak terkait dengan sangat baik.

"Perwakilan dari nasabah hanya 50 orang untuk menghindari kerumunan," ujarnya.

Dirinya juga menyampaikan bahwa program Mawar Emas ini juga akan dirangkai dengan pembagian tabungan kepada nasabah serta pelantikan pengurus MES kabupaten Lombok Timur.

Najamuddin lanjut menuturkan,  Sekertaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, HM Juaini Taufik akan dilantik sebagai ketua MES Kabupaten Lombok Timur. Dan ini sudah melalui berbagai pertimbangan dari pengurus MES Provinsi NTB.

"Untuk menjalankan program ini, tentu membutuhkan kapasitas, sumber daya dan energi yang besar, dan hal itu ada pada pak sekda," terang Najamuddin.

Ia mengutarakan, bahwa akan sangat sia-sia jika sumberdaya atau kapasitas besar yang dimiliki tersebut, tidak dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat.

Tujuan dari MES ini tidak lain adalah memasyarakatkan ekonomi syariah dan mensyariahkan ekonomi masyarakat, agar tercipta perekonomian yang baik dan sesuai dengan syariat.

Dalam penyampaiannya, HM Juaini Taufik berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menahkodai MES di Kabupaten Lombok Timur ini.

Ia mengatakan akan memaksimalkan kemampuannya untuk mengawal program-program yang akan dikerjakan oleh MES.

Perlu diketahui, program Mawar Emas sendiri berawal dari kegiatan safari subuh Gubernur NTB Zulkieflimansyah.

Dari situ, munculah ide dimana masjid yang biasa digunakan sebagai tempat ibadah dapat pula dijadikan sebagai salah satu tempat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dengan keberadaan masjid ini, diharapkan masyarakat kedepannya tidak lagi terjerat rentenir.

Program Mawar Emas kemudian terbentuk melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi NTB.

Program ini juga melibatkan beberapa instansi dengan tujuan utama yaitu mempermudah akses keuangan berbasis masjid serta melawan rentenir di tengah masyarakat. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00