Limbah Pertanian Ini Bernilai Tinggi di Jepang

Deretan truk pengangkut cangkang sawit yang diekspor ke Jepang.

KBRN, Belinyu: Cangkang sawit yang selama ini hanya dianggap sebagai limbah sawit, ternyata memiliki nilai tinggi. Terbukti, Jepang mengimpor cangkang sawit sebanyak 10 ribu ton dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman hari ini melepas ekspor perdana cangkang sawit ke Jepang di Pelabuhan Tanjung Gudang, Belinyu. Dia mengatakan saat ini ekonomi Babel mengalami penurunan pertumbuhan sebanyak 4,9 persen. Dan ekspor komoditi pertanian adalah hal yang positif sebagai salah satu upaya perbaikan ekonomi tersebut. 

"Bangka Belitung saat ini angka pertumbuhan ekonominya menurun hingga minus 4,9 persen. Maka dari itu ekspor komoditas pertanian seperti cangkang sawit ini perlu kita dorong agar jadi pemicu komoditas lainnya di Babel ini untuk membangkitkan pertumbuhan ekonomi kita yang minus ini," kata Erzaldi kepada RRI di Belinyu, Kamis (6/8/2020). 

Menurut Erzaldi banyak komponen sumber daya yang bisa dijadikan komoditas ekspor ke depan. Tergantung masyarakat atau pengusaha untuk kreatif memanfaatkan peluang yang ada.

"Kita pemerintah daerah terus mendorong, bahkan Saya telah membentuk Tim Percepatan Ekspor Bangka Belitung, yang akan mencari celah ekspor itu," ujarnya.

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman bersama Kapolda Babel, Irjen (Pol) Anang Syarif Hidayat dan Danrem 045/Gaya, Brigjen TNI Mateus Jantung saat pelepasan ekspor perdana cangkang sawit di Pelabuhan Tanjung Gudang, Belinyu, Kamis(6/8/2020) 

Cangkang sawit sendiri selama ini merupakan limbah sawit yang tak terpakai, namun ternyata diperlukan oleh negara lain seperti Jepang untuk keperluan bahan Bakar.

"Ini barang yang selama ini tidak diduga-duga  ternyata punya nilai ekonomi tinggi dan dihargai negara lain. Ini sebenarnya masih bisa diolah lagi menjadi breket, jadi paling tidak setahun ke depan Saya harap eksportir kita sudah bisa ekspor dalam bentuk breket ini agar nilai ekspornya meningkat," terang Erzaldi.

Selain itu sebagai langkah mempermudah eksportir untuk melakukan ekspor, Erzaldi menekankan pentingnya mempermudah birokrasi dan perizinan, apalagi ekspor Bangka Belitung saat ini harus benar-benar dipacu segera untuk menutupi defisit pertumbuhan ekonomi yang saat ini dialami Bangka Belitung. 

"Juga nantinya untuk ekspor ini akan dibuat satu atap, satu kantor saja ngumpul biar pendek urusannya. Saya juga minta tolonh dengan pihak Pelindo, Syahbandar tolong dibantu. Nanti semua akan satu atap, jadi untuk ekspor ini eksportir cukup urus di satu kantor saja, disamping infrastruktur penunjang kegiatan ekspor ini akan kita kebut, seperti pengembangan pelabuhan dan yang lain," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00