Syarat Pekerja Dapat Bantuan Tambahan Gaji Pemerintah

Ilustrasi Pekerja Ibu Kota (Doc Istimewa) .jpg

KBRN, Jakarta: Pemerintah berencana akan memberikan bantuan kepada pekerja yang bergaji di bawah Rp5 juta.

Hal ini dilakukan sebagai salah satu rencana guna mempercepat penyerapan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Pemerintah sedang kaji untuk menyiapkan pemberian bantuan gaji kepada 13 juta pekerja yang memiliki upah di bawah Rp 5 juta," terang Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dalam konferensi pers virtual, Rabu (5/8/2020)

Mengenai hal ini, Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick Thohir mengungkapkan, syarat-syarat bagi pekerja yang bisa menerima bantuan. 

Setidaknya terdapat 13,8 juta orang yang akan menerima bantuan ini. Nantinya Pekerja yang bergaji dibawah Rp5 juta akan menerima bantuan sebesar Rp600 ribu perbulan, yang akan langsung diberikan ke rekining masing-masing.

Pekerja yang menerima bantuan ini harus terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Tak hanya itu, bantuan ini juga diperuntukkan bagi pekerja non-PNS dan BUMN.

"Fokus bantuan pemerintah kali ini adalah 13,8 juta pekerja non PNS dan BUMN yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp150.000 per bulan atau setara dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan. Bantuan sebesar Rp600 ribu per bulan selama 4 bulan akan langsung diberikan per dua bulan ke rekening masing-masing pekerja sehingga tidak akan terjadi penyalahgunaan," kata Erick dalam keterangannya yang diterima RRI, Kamis (6/8/2020).

Tak hanya itu, Erick juga menuturkan, pekerja yang akan mendapat bantuan adalah mereka yang statusnya masih bekerja hingga saat ini dan belum di-PHK.

"Subsidi untuk membantu para pekerja yang masih bekerja hari ini." 

"Yang gajinya sudah dipotong 50 persen, sudah ada yang dirumahkan, tapi belum dilepas (PHK) ya, tapi sudah dirumahkan, yang jumlahnya 13,8 juta, gajinya di bawah Rp 5 juta." 

"Kita kasih program baru, yakni nanti kita bantu 15 persen dari gajinya, kurang lebih 600 ribu per bulan." 

"Dimana akan berlangsung untuk 4 bulan ke depan," tutur Erick Thohir dalam acara Mata Najwa, Rabu (5/8/2020).

Lebih lanjut, Erick mengungkapkan program ini ditargetkan bisa dimulai oleh Kementerian Ketenagakerjaan muali September 2020 mendatang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00