Khofifah Ajak Masyarakat Gunakan Produk Dalam Negeri

Gubernur Jatim Khofifah menjajal sepeda produk lokal (Foto: Anik RRI)

KBRN, Surabaya: Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mulai menggelorakan kampanye Bangga Buatan Indonesia (BBI). Sebagaimana surat edaran dari Menteri Sekretaris Negara (Mensekneg), per 1 Agustus 2020.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat membeli, memakai dan menggunakan produk produk buatan Indonesia. Salah satu yang saat ini sedang trending, adalah penggunaan sepeda angin ditengah pandemi. Dalam kesempatan ini, Khofifah berkesempatan untuk meninjau pabrik pembuatan sepeda lokal, namun pangsa pasarnya hingga luar negeri, yakni Eropa dan Amerika. Yang membuat Khofifah bangga, pangsa pasar ekspor tidak berkurang, meski ada pandemi Covid-19.

"Dalam pandemi Covid-19, tidak berkurang pasar eksportnya," ujarnya, Senin (3/8/2020).

Berdasarkan keterangan dari pihak pabrik sepeda, ada beberapa komponen tertentu yang masih diimpor, komponen tersebut adalah ban dan rantai.

"Jadi saya rasa ini harus terkomunikasikan supaya kebutuhan ekspor itu bisa terpenuhi, ketika ada material yang harus diimpor," tambahnya.

Sehingga, secara bertahap, Khofifah akan terus menggerakkan industri substitusi impor. Jika masih belum bisa terpenuhi, maka sebagaimana pesan Presiden Joko Widodo, pihaknya bakalan memfasilitasi produk ekspor.

"Sekitar 55 persen, produk Polygon ini masuk pasar Amerika, pasar Inggris. Saya rasa Bangsa Indonesia bangga punya produk yang pangsa pasar eksportnya luar biasa," katanya.

Sementara itu, Owner Polygon, Yanto menjelaskan, saat ini pihaknya mampu melakukan ekspor sepeda angin sebanyak 200 kontainer atau setara 50 ribuan unit. Dengan kapasitas produksi mencapai 700 ribuan.

"Jadi ini ada sedikit peningkatan memang," ungkapnya.

Diakui Yanto, tren gowes atau bersepeda seperti sekarang ini membuat pihaknya mengalami peningkatan permintaan. Pihaknya bahkan sampai kewalahan dalam memenuhi permintaan itu. Hal tersebut lantaran bahan baku yang diperlukan untuk memproduksi sepeda cukup banyak. Ujung-ujungnya, pihaknya pun hanya menyesuaikan dengan pasokan bahan baku yang ada.

"Kita tidak menaikkan harga. Karena kondisinya itu permintaan sangat tinggi, jadi pasar harganya naik. Tapi posisi kita, dari Polygon, menghimbau semua penyalur kita, tidak boleh naikkan harga, jualnya secara etika," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00