Prihatin, Jumlah Orang Miskin Baru Meningkat

KBRN, Jakarta: Wabah Covid 19 menyebabkan jumlah penduduk miskin di Indonesia bertambah. Sebab, hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jumlah penduduk miskin hingga Maret 2020 sebanyak 26.42 juta orang. Itu meningkat 1.63 juta orang dibandingkan jumlah penduduk miskin pada survei terakhir BPS, September 2019. 

"Covid 19 telah menyebabkan munculnya orang miskin baru. Survei BPS menunjukkan adanya penurunan pendapatan masyarakat akibat Covid 19. Dari hasil survei diketahui untuk kalangan masyarakat bawah, 7 dari 10 orang yang disurvei mengaku pendapatannya menurun. Sementara untuk masyarakat kelas menengah ke atas, 3 dari 10 responden mengakui mengalami penurunan pendapatan akibat wabah Covid 19," kata Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Selain wabah Covid-19, faktor lainnya ikut memengaruhi angka kemiskinan hingga Maret 2020. Itu antara lain adalah tingkat konsumsi masyarakat menurun.

Semester pertama tahun 2020 masih berdasarkan data BPS, tingkat konsumsi masyarakat hanya 2.84 persen.

Itu turun drastis bila dibandingkan tingkat konsumsi di periode sama tahun 2019 besarnya 5.02 persen. Sektor pariwisata terpuruk, karena turunnya kunjungan wisman hingga 64.11 persen ikut memengaruhi tingkat kemiskinan.

Termasuk, kenaikan sejumlah harga komoditas seperti harga daging ayam dan telur ayam ras, minyak goreng, beras, dan gula pasir.

Selain jumlah penduduk miskin bertambah, angka indeks kedalaman kemiskinan juga semakin meningkat menjadi 1.61. Sedangkan angka indeks keparahan kemiskinan meningkat menjadi 0.38. 

"Hasil survei BPS juga menunjukkan peningkatan kemiskinan di perkotaan lebih tinggi dibandingkan di pedesaan. Persentase peningkatan kemiskinan tertinggi terjadi di DKI Jakarta sebesar 1.11 persen poin. Sedangkan persentase penurunan penduduk miskin terbesar terjadi di Sulawesi Tengah dengan tingkat penurunan 0.26 persen poin," pungkas Suhariyanto.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00