Nelayan 'Terbelah' Sikap Soal Ekspor Benih Lobster

Lobster di TPI Kebumen

KBRN, Kebumen: Para nelayan tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kebumen menyanbut, baik kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengizinkan ekspor benur (benih lobster).  

"Selain menambah pendapatan para nelayan, dari hasil penelitian bahwa selama ini benur mempunyai tingkat kematian tinggi hingga 80 persen sebelum menjadi lobster dewasa," kata Ketua HNSI Kabupaten Kebumen Subejo dalam keterangannya, Rabu (15/7/2020). 

Namun demikian, lanjut Subejo, hingga saat ini nelayan di wilayah Kebumen belum melakukan penangkapan benur, akibat belum adanya perusahaan atau penampung benur. Selain itu, nelayan yang menangkap benur ini harus mempunyai izin khusus yang diterbitkan KKP. 

Dijelaskan, sebenarnya sudah ada tiga perusahaan menjajaki kerjasama dengan HNSI untuk menampung  hasil tanggapan benur dari nelayan Kebumen, namun hingga saat ini belum terealisasi, akibat adanya aturan ketat dari KKP.

Karena, lanjutnya, untuk dieskpor ke luar negeri, perlu adanya penanganan khusus termasuk harus dikarantina terlebih dahulu.

"Nelayan Kebumen biasanya memasuki masa panen lobster pada bulan Desember- Maret. Untuk saat ini harga lobster ditingkat nelaya,  dengan ukuran satu ekor di atas 2 ons mencapai Rp300 ribu perkilogram. Rata-rata dalam satu hari terdapat sekitar 20 kg lobster yang ditangkap nelayan Kebumen," terangnya. 

"Kita selaku nelayan di Kabupaten Kebumen, menyambut dengan baik adanya izin ekpor. Daripada dimakan ikan atau mati, lebih baik ditangkap pada waktu kecil," imbuhnya

Sikap berbeda ditunjukan Ketua HNSI Cilacap Sarjono yang meminta pemerintah meninjau kembali kebijakan ekspor benur, dengan alasan akan mengancam kelestarian lobster di laut lepas. 

"Kalau ada izin ekspor benur, perlu dikaji ulang. Jadi kalau kita punya ayam, terus telurnya kita ambil terus. Yah ngga ada ayam lagi. Pertayaan kenapa benurnya bisa diekspor?" ujars Sarjono. 

Untuk diketahui, Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan Nomor 12 Tahun 2020, mengeluarkan kebijakan yang mengizinkan ekspor benur. Vietnam disebut- sebut oleh berbagai pihak sebagai salah satu negara tujuan benur ini. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00