AKB Sebagai Strategi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi

Wakil Presiden Republik Indonesia KH Maruf Amin (Dok. Istimewa/Setwapres RI)

KBRN, Jakarta: Pandemi COVID-19 memberikan dampak berarti bagi sektor kesehatan, sosial dan ekonomi.

Tanpa mengenyampingkan dampaknya di dua sektor lain, namun sektor ekonomi termasuk memiliki dampak signifikan akibat pandemi yang ditemukan di tanah air pada awal Maret lalu itu.

Terlebih pemerintah mencatat pertumbuhan negatif terjadi pada kuartal pertama dan kedua, meski disaat bersamaan pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat membaik pada kuartal ketiga tahun ini, berlanjut pada kuartal berikutnya.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebutkan, pengenalan kebijakan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), merupakan upaya untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

BACA JUGA: Wapres Ma'ruf Satukan Tokoh Agama Atasi Pandemi

“Kita semua tentu telah menyaksikan betapa besarnya dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan oleh wabah Covid-19, terutama terhadap kelompok masyarakat yang miskin dan rentan. Oleh karena itu, pemerintah memperkenalkan kebijakan Adaptasi Kebiasaan Baru. Namun harus tetap dibarengi dengan upaya untuk mengendalikan penularan Covid-19,” tutur Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada Dialog Virtual Nasional Lintas Iman yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Masjid Istiqlal, Selasa (14/7/2020).

Lebih  lanjut Wapres menjelaskan, bahwa tujuan penerapan AKB ini adalah agar kehidupan perekonomian tidak semakin terpuruk serta penyebaran virus Covid-19 dapat tetap terkendali dan ditekan.

“Kebijakan AKB diambil setelah beberapa daerah menunjukkan penurunan dalam penyebaran Covid-19, namun kita juga menyadari bahwa vaksin dan obatnya masih memerlukan waktu untuk tersedia secara luas. Untuk itu pemerintah juga telah menyiapkan protokol pelaksanaan AKB agar masyarakat aman Covid-19 dan produktif,” imbuhnya

Wapres pun meyakini, bahwa pemuka agama memiliki peran penting dalam menyukseskan implementasi AKB, termasuk peran para tokoh agama di dalamnya.

“Sekali lagi dalam masa Adaptasi Kebiasaan Baru ini, saya ingin kembali mengajak para tokoh agama untuk tidak henti-hentinya mengingatkan para pemeluk agama agar tetap menjaga semangat, tidak berputus asa atau menyerah, serta mau memahami dan mematuhi protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah. Saya yakin peran tokoh sangat penting untuk memastikan keberhasilan kebijakan ini,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00