1.700 Sertifikat Tanah Program PTSL Sumbar Dibagikan

KBRN, Padang : Gubernur Sumbar Irwan Prayitno memberikan apresiasi kepada Kota dan Kabupaten terutama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), atas penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat khususnya di Sumatera Barat dari program ataupun kegiatan PTSL pada tahun 2020 ini.

Demikian disampaikan Irwan Prayitno, saat memberi sambutan sekaligus menyaksikan penyerahan sertifikat tanah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk rakyat secara virtual diantaranya Kota Padang, Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Sijunjung Provinsi Sumatera Barat, di ruang kerja, Jum'at (10/7/2020).

Menurutnya, hal ini merupakan suatu nilai tambah dari kebaikan dan manfaat bagi masyarakat di Sumatera Barat yang memberikan kepastian hukum hak atas tanah dan meningkatkan perekonomian kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.

“Pada kesempatan ini jumlah sertifikat yang akan diserahkan berjumlah 1.700 sertifikat yang berasal dari Kota Padang sebanyak 500 sertipikat, Kabupaten Solok Selatan 600 sertipikat dan kabupaten Sijunjung 600 sertipikat (lima) diantaranya akan dibagikan secara simbolis oleh Bupati dan Walikota untuk perwakilan kota dan kabupaten di Sumatera Barat,” terangnya.

Irwan Prayitno menjelaskan, dengan adanya sertifikat tersebut dapat memberikan tanda bukti hak yang berlaku sebagai alat pembuktian yang kuat. Untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum sebagaimana yang menjadi tujuan dari pendaftaran tanah, kepada pemegang hak atas tanah yang bersangkutan maka diberikan sertipikat, kita berharap semua tanah wilayat memiliki sertifikat.

“Tanah ulayat bila ada aturan secara nasional target untuk PTSL di Sumatera Barat akan kecil tidak banyak dan tidak bisa maksimal karena kearifan lokal sangat berlaku di daerah kita yang menjadikan adat turun temurun menjadikan tanah sebagai aset yang dimiliki tentu ada sisi negatif yang diatasi,” jelasnya.

Untuk itu sambung Irwan Prayitno, kita harus bijak dari kearifan lokal yang berlaku di masyarakat misalnya tanah ditempati adalah turun temurun untuk itu diberikan sertifikat, kalau dijual tentu harus ada kesepakatan bersama.

“Bagi penerima hak atas tanah agar dapat dipergunakan dengan baik dan benar mari jadikan momentum penyerahan sertifikat hak atas tanah ini sebagai tonggak untuk menyatukan gerak langkah kita, guna agar semakin merapat barisan dalam rangka bersatu padu untuk pembangunan disegala bidang, agar kota dan kabupaten,  khususnya Sumatera Barat yang kita cintai semakin maju dan sejahtera,” tukasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00