Ribuan Pelaku UKM Menderita Kerugian Akibat Corona

Pelaku usaha di Kalteng yang terus dirundung kerugian akibat terdampak wabah Corona (Dok. Istimewa)

KBRN, Palangka Raya: Lebih dari 2.000 pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kalimantan Tengah merasakan sepi penghasilan sejak wabah Corona melanda Indonesia.

Dengan kondisi tersebut UMKM terancam gulung tikar dan kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari hari.

Salah seorang pelaku usaha sektor informal Abdullah mengatakan, tiga bulan wabah Corona menyerang Kalteng, pendapatan turun drastis dibanding hari biasanya.

Hal ini diperparah dengan kebijakan pemerintah yang lamban dalam memberikan solusi kepada warga terdampak Corona.

Bahkan bantuan bergulir yang dijanjikan kepada pelaku usaha, seringkali tidak tepat sasaran.

“Padahal pelaku usaha seperti kami ini, sehari hari bergantung pada hasil penjualan demi memenuhi kebutuhan hidup. Kalau sepi terus bisa bangkrut usaha kami. Mana bantuan pemerintah yang dijanjikan kepada kami, sampai sekarang belum kami terima,” kata Abdul kepada RRI Jumat (10/7/2020)

Sementara itu, menyikapi dampak Corona yang dirasakan ribuan pelaku usaha di Kalteng, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kalimantan Tengah Ati Mulyati, sudah mengambil langkah strategis dengan mengalihkan usaha sektor informal kepada sektor riil di tengah pandemi.

“Misalkan seperti penjahit baju, sekarang kami minta beralih menjahit ribuan masker. Untuk pemasarannya  akan difasilitasi pemerintah. Hal ini juga berlaku bagui usaha lainnya, seperti penjual makanan dialihkan via online,” ujarnya.

Disamping pelaku usaha kecil menengah, dampak Corona juga dirasakan pengrajin rotan dan aksesoris khas Kalteng, mereka kesulitan memasarkan ke luar daerah akibat pembatasan sosial di bidang transportasi.

Pihaknya mengaku bersyukur pemerintah baru-baru ini mengeluarkan kebijakan adaptasi kehidupan baru, sehingga penjual secara perlahan mulai kembali normal

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00