Tiga Stasiun MRT Disulap Semegah Tokyo

Suasana penumpang di dalam kereta Ratangga MRT, (Dok. RRI)

KBRN,  Jakarta : Pemandangan dikawasan 3 Stasiun MRT yakni Stasiun Blok M - ASEAN , Stasiun Lebak Bulus, dan Stasiun Fatmawati akan segera disulap semegah kota metro di Tokyo. Rencana ataupun konsep yang ditawarkan adalah kawasan terpadu Transit Oriented Development (TOD) atau Kawasan Berorientasi Transit (KBT).

Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 56 Tahun 2020, dan Peraturan DKI Jakarta Gubernur Nomor 57 Tahun 2020 mengenai panduan rancang kota di 3 kawasan Transit Oriented Development (TOD), menjadi modal semangat Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar untuk mengerjakan kawasan tersebut dengan memiliki tema berbeda.

 " Di bulan Februari kemarin dengan Pergub 15 tahun 2020 sebagai turunan dari situ sudah ada diterbitkan lagi Pergub terkait dengan panduan rancang kota, dan sudah diumumkan, sudah diresmikan untuk 3 kawasan yang pertama. Jadi ada, Pergub 55, 56, dan 57," kata William Sabandar di Depo MRT Jakarta Lebak Bulus, Kamis (2/7/2020).

Blok M-ASEAN

KBT Blok M - ASEAN memiliki luas 470 ribu meter per segi yang rencananya dikembangkan 19,7 km trotoar, 16 fasilitas bike-sharing, dan fasilitas pendukung lainnya seperti ruang terbuka hijau.

Kawasan bertema "Green Creative Hub atau kawasan hijau" menjadi target. "Jadi kita akan mengembalikan Blok M sebagai kawasan yang hijau," lanjut William dihadapan Radio Republik Indonesia (RRI) dan awak media.

Kawasan ini, terdapat sejumlah simpul transportasi di antaranya Stasiun MRT Jakarta Blok M, serta ASEAN Sisingamangaraja, Terminal Blok M, dan Halte TransJakarta Masjid Agung.

Rencananya disiapkan 31.718 meter persegi area untuk aktivitas informal yang mengakomodir PKL, hawker center, serta ojek online. 

Fatmawati

KBT Fatmawati kawasan yang memiliki luas mencapai 460 ribu meter per segi dengan rancangan ide adanya fasilitas trotoar dan bike-sharing. Lalu tepian sungai seluas 13.960 m per segi yang dapat dikembangkan menjadi taman, plaza untuk pedestarian.

Panduan rancang kota kawasan ini ditetapkan melalui Pergub No 56 tahun 2020 dengan tema "Ruang Atas Dinamis".

"Ada 460 ribu meter persegi area campuran yang akan dikembangkan. Kita akan kerja sama dengan developer-developer untuk pengembangan di kawasan tersebut," ungkap Dirut MRT. 

Lebak Bulus

KBT Lebak Bulus memiliki luas 200 ribu meter per segi rencananya akan dibangun jalur pedestarian layang sepanjang 2.200 meter, hingga area pedagang kaki lima (PKL) seluas 5.000 meter per segi.Tema yang disiapkan adalah Gerbang Terminus Selatan Jakarta. "Kita akan jadikan gerbang di selatan Jakarta," ujar William.

"Kalau kita lihat sekarang kepadatan bangunan di kawasan-kawasan stasiun MRT Jakarta itu belum padat. Kalau Anda ke tempat-tempat seperti Singapura, Tokyo, Hong Kong, London, itu semua stasiun-stasiun metro sudah pasti kepadatannya tinggi penghuninya di situ. Itu konsep TOD," jelasnya. 

Selanjutnya masih ada dua kawasan TOD lainnya, yaitu TOD Dukuh Atas, dan TOD Istora Senayan sedang berproses dan diharapkan segera final.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00