Kepemilikan Asing di Perbankan Nasional Tak Dipersoalkan

KBRN, Jakarta: Ekonom dan pengamat perbankan berpendapat kepemilikan saham oleh asing atau lokal dalam industri perbankan di dalam negeri sudah tidak relevan lagi jika dikaitkan dengan isu nasionalisme.

Karena dalam industri yang sangat bergantung pada kepercayaan nasabah ini, yang penting adalah bagaimana sebuah bank agar tetap sehat sehingga dapat memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. 

Persoalan kepemilikan asing di bank nasional ini kembali mencuat bersamaan dengan 'drama'  Bank Bukopin yang sempat menghebohkan dunia perbankan beberapa pekan terakhir.

"Kita sudah tidak boleh bermain dengan mengatakan asing dan nonasing dalam masalah ini. Karena persoalannya bagaimana kita menyelamatkan bank itu, harus menjadi prioritas utama sekarang ini. Apalagi dalam konteks perbankan kita, tidak ada masalah terkait kepemilikan asing. Sudah banyak juga bank kita yang dimiliki asing,"  papar Ekonom dari CORE Indonesia Piter Abdullah, Kamis (02/7/2020),  mengomentari peran Kookmin Bank asal Korea Selatan dalam menyelesaikan masalah Bank Bukopin, dan sekarang menjadi pengendali kepemilihan saham Bank Bukopin.

"Dalam konteks globalisasi seperti sekarang, mana ada sebuah negara yang terbebas dari masuknya modal asing. Kita butuh modal asing," tukas Piter.

Hal serupa juga disampaikan Analis Perbankan dan Ekonom PT Bank Negara Indonesia  Ryan Kiryanto.  Ryan bahkan mengatakan,  masuknya Kookmin Bank untuk menjadi pemegang saham mayoritas Bank Bukopin akan memberi sinyal positif pada investasi di Indonesia, khususnya di sektor perbankan. 

"Di Korea Kookmin adalah bank besar dengan nilai aset  mencapai 4.675 triliun per 31 Desember 2019. Masuknya Kookmin memberikan potensi profit yang lebih baik dalam durasi menengah panjang, dan bisa memicu investor asing lainnya untuk datang ke Indonesia,"  ujar Ryan.

Selanjutnya, kata Ryan, tinggal bagaimana manajemen Bank Bukopin memanfaatkan dana segar itu dalam mengembangkan bisnisnya ke depan, sehingga bukan hanya menjadi bank yang sehat dan dipercaya masyarakat, tapi juga mampu menghasilkan profit.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00