Jakarta Panik, Bukopin Bermasalah di Tanggal Gajian

Antrian nasabah Bank Bukopin untuk melakukan penarikan uang tabungan dan sejenisnya. Bukopin terancam kena rush money jika nasabah yang datang semakin banyak (RRI/Jorike)

KBRN, Jakarta: Nasabah Bank Bukopin dibuat terperanjat bukan kepalang, pagi-pagi buta sudah nonton berita televisi bahwa tiba-tiba banyak sekali nasabah melakukan penarikan uang tabungan dari Bank bukopin.

Akhirnya, lebih kurang seratus nasabah sejak pagi tadi memadati Gedung Kantor Pusat Operasi Bank Bukopin, Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, Rabu (01/07/2020).

Mereka datang dari Jakarta Selatan, Timur, hingga kawasan Bekasi. Semua khawatir akan permasalahan yang dialami oleh Bank Bukopin dan berniat mengambil uang mereka di bank tersebut.

Untuk diketahui, dalam dunia perbankan internasional rush money disebut dengan bank run atau bank panic, dimana para nasabah merasa ketakutan bahwa bank tempat mereka menabung akan mengalami kebangkrutan.

BACA JUGA: Bukopin MT Haryono Chaos Nasabah Tarik Uang

Sehingga mereka berbondong-bondong pergi ke bank dan menarik habis uang mereka dalam waktu singkat guna menghindari kerugian. Suasana Bukopin saat ini sudah mengarah ke rush money.

Namun beberapa nasabah kecewa karena tidak mendapatkan antrian nomor untuk pengambilan uang mereka.

Menurut salah seorang nasabah, untuk pengambilan nomor antrian dibuka mulai pukul 22.00 WIB malam hari, hingga pukul 03.00 WIB subuh keesokan harinya.

Salah seorang nasabah dari Bekasi, Siburian mengatakan, dirinya daftar antrian sejak pukul 22.00 WIB jelang tengah malam, dan pukul 03.00 WIB dini hari keesokan harinya, baru bisa mengambil nomor antrian.

Sambil ambil nomor antrian, ia juga melakukan verifikasi data dengan membawa buku tabungan, KTP, dan semua yang dibutuhkan. 

Suasana antrian di Bank Bukopin, Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan (RRI/Jorike)

Akan tetapi, saat nantinya sudah sampai di depan teller, nasabah juga tidak serta merta menganggap bisa menarik uang sesuai keinginan.

"Kalau sudah sampai teller mudah-mudahan bisa dapat uangnya, masih ada uangnya, kan gitu," kata Siburian kepada RRI, Rabu (01/07/2020).

Menurut pantauan RRI di lokasi, tak hanya dari Jakarta saja, akan tetapi banyak nasabah dari kawasan Pondok Gede bahkan Bekasi datang ke Bank Bukopin Kantor Pusat Operasi Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, untuk melakukan penarikan dana tabungan atau apapun yang bisa dicairkan.

BACA JUGA: Rush Money di PT Bank Bukopin Jadi Perhatian

Belum ada yang mengetahui apa sebenarnya masalah yang dialami Bank Bukopin. Akan tetapi, pada 20 Mei 2020 lalu, menjelang libur lebaran, Bos PT Bank Bukopin Tbk (BBKP), Eko Rachmansyah Gindo secara mengejutkan memutuskan untuk hengkang dari Bank yang awalnya bernama Bank Umum Koperasi Indonesia tersebut.

Padahal saat itu, Bukopin sedang dalam proses menyelesaikan rencana Penawaran Umum Terbatas V (PUT V) atau right issue. 

Bank Bukopin tengah mendiskusikan detil terkait implementasi PUT V dengan pemegang saham utamanya, termasuk Bosowa Corporindo dan KB Kookmin Bank.

Dalam keterangan resmi Sekretaris Perusahaan Bank Bukopin, Meliawati mengatakan bahwa perseroan telah menerima surat pengunduran diri sang Direktur Utama sejak tanggal 18 Mei 2020. 

“Permohonan pengunduran diri tersebut akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham perseroan sesuai dengan peraturan,” katanya, di Jakarta, Rabu (20/5/2020). 

Meski begitu, Meliawati menegaskan jika kegiatan usaha dan operasional Bank Bukopin akan tetap berjalan dengan normal sebagaimana biasa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00