Rush Money di PT Bank Bukopin Jadi Perhatian

(ANTARA FOTO/HO/mes/13)

KBRN, Jakarta: PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) diserbu nasabah menarik simpananya, seiring merebaknya isu terjadinya Rush Money atau kisruh bank tersebut.

Mengapungnya isu itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJO) lantas mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan upaya penarikan di luar batas kewajaran.

OJK juga bekerjasama dengan Bareskrim Polri untuk mengusut dan menindak oknum yang membuat keresahan.

Meski demikian, masyarakat masih tetap saja resah. Terbukti di media sosial Twitter, tema ini menjadi pembahasan hangat para netizen. 

Seperti "Bank Bukopin diserbu nasabah untk menarik uangnya, selamat pagi Indonesia" kata salah satu netizen. 

Cuitan ini lantas diretweet sebanyak 1.200 kali dengan tombol menyukai sebanyak 4.000. Serta beragam komentar dengan menuliskan Rush Money.

Sebelumnya, OJK mengeluarkan pernyataan terkait dengan efektif pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas kelima (PUT V) Bank Bukopin, Selasa (30/6/2020) kemarin.

Tambahan modal ini melalui penerbitan saham baru dengan memberikan penawaran Hak Memesan Efek Terbatas Terlebih Dahulu (HMETD) kepada pemegang saham yang penggunaan dananya seluruhnya digunakan untuk modal kerja dalam rangka meningkatkan pertumbuhan kredit.

Hal ini sesuai dengan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Bukopin pada 24 Oktober 2019. Dalam Prospektus PUT V dinyatakan bahwa kedua pemegang saham utama, yaitu PT Bosowa Corporindo dan KB Kookmin Bank Co. Ltd. (Kookmin) menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan seluruh haknya dalam PUT V.

Dalam PUT ini, Kookmin bertindak sebagai Pembeli Siaga yang akan mengambil seluruh sisa saham yang tidak dilaksanakan haknya oleh pemegang saham lainnya, hal ini sesuai dengan rencana Kookmin menjadi Pemegang Saham Pengendali Bank Bukopin.

"OJK mendukung aksi korporasi Bank Bukopin yang dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat dan nasabah pada khususnya terhadap pelayanan Bank Bukopin ke depannya," ucapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00