RCEP Dukung Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam pertemuan khusus para Menlu ASEAN-Australia (Dok. Istimewa/Kemenlu RI)

KBRN, Jakarta: Indonesia menilai terdapat sejumlah langkah yang dapat dilakukan negara-negara ASEAN beserta negara-negara mitra, dalam upaya pemulihan sektor ekonomi di kawasan pasca pandemi COVID-19.

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, menyebutkan, Indonesia menilai Kemitraan Ekonomi Komprehensif di Kawasan (RCEP), memiliki peluang dalam mendukung pemulihan sektor ekonomi pasca pandemic COVID-19 di kawasan ASEAN yang turut didukung oleh sejumlah negara mitra wicara seperti Australia.

“Penandatangan RCEP yang direncanakan November 2020, akan berdampak signifikan dalam upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi di Kawasan,” ungkap Retno Marsudi dalam Pertemuan Khusus Para Menteri Luar Negeri ASEAN-Australia menyikapi Pandemi COVID-19 secara daring, Selasa (30/6/2020).

Retno menyebut setidaknya 15 negara telah menyepakati mekanisme RCEP di Kawasan.

Menlu RI Retno Marsudi (Dok. Istimewa/Kemenlu RI)

“15 negara yang telah menyepakati RCEP termasuk Australia, merupakan kekuatan ekonomi global yang sangat besar yang menyangkut seperempat GDP dunia dengan dua miliar penduduk,” imbuhnya.

Dikatakan Retno, penerapan perdagangan bebas bersama sejumlah negara mitra wicara ASEAN, juga dinilai tidak kalah berpeluang besar mendukung perbaikan sektor ekonomi di kawasan pasca pandemi COVID-19.

“”Kendaraan” yang dapat dipakai yaitu melalui ASEAN-Australia-New Zealand Free trade Area (Kawasan Perdagangan Bebas),” tambah Retno.

Dikatakan Retno, Australia dalam Pertemuan Khusus menyampaikan kesediaan menyumbang hingga lebih 600 dolar Australia, untuk penanganan COVID-19 di kawasan Indo-Pasifik yang termasuk dalam hasil “Co-Chairs Statement”.

“Pertemuan telah menghasilkan outcome document yaitu “co-chairs statement”. Komitmen bersama untuk berpegang dalam prinsip-prinsip ASEAN Outlook on Indo-Pacific, komitmen untuk meningkatkan kerja sama di dalam menemukan obat dan vaksin, termasuk memastikan akses yang sama bagi semua negara setelah vaksin ditemukan, menguatkan kerja sama ekonomi dalam mengatasi dampak COVID-19, dan komitmen Australia untuk penanganan pandemi sebesar 630 juta dolar Australia bagi kawasan Indo-Pasifik,” paparnya.

Sementara, Australia telah menjadi Mitra Wicara ASEAN sejak 1974 dan resmi menjadi Mitra Strategis pada 2014.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00