Rupiah Menguat Terhadap Dolar Amerika

Petugas menyusun uang pecahan rupiah untuk didistribusikan dari Cash Center Mandiri, Jakarta, Senin, 11 Mei 2020 (Ant/Muhammad Adimaja)

KBRN, Jakarta: Mata uang Rupiah cenderung terus menguat melawan mata uang Dolar Amerika (USD) pada saat penutupan perdagangan pasar spot antar bank pada Jumat (5/6/2020).

Kurs Rupiah mampu berda di level Rp14.000 per USD. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo melihat bahwa Rupiah masih bisa menguat lagi atas dolar AS.

Nilai tukar rupiah ditutup menguat 1.56 persen ke Rp13.878 per dolar AS pada Jumat.

Gubernur BI Perry Warjiyo (Dok. Istimewa)

Penguatan Ini menjadi level terbaik Rupiah atas USD terhitung sejak 24 Februari 2020, dimana saat itu Rupiah  berada di level Rp13.872 per dolar AS

Perry Warjiyo mengaku senang dengan adanya penguatan Rupiah terhadap USD dalam beberapa hari terakhir. 

“Alhamdulillah ini adalah rahmat dari Allah bagi kita semua, hari ini rupiah sudah tembus ke bawah Rp14.000 per dolar AS,” kata Perry Warjiyo, Jumat (5/6/2020). 

Perry menuturkan nilai tukar rupiah sudah diperdagangkan dengan best over Rp13.855 dan over-nya Rp13.960 terhadap dolar AS pada hari ini. 

Penguatan rupiah atas dolar AS ini dipandang sejalan dengan pengamatan Bank Indonesia bahwa nilai tukar rupiah masih undervalued sehingga ke depannya masih berpotensi menguat. 

Menurut Perry, nilai tukar rupiah yang masih undervalued akibat inflasi yang rendah pada Mei 2020 di level 0,07 persen. 

Kemudian defisit transaksi berjalan yang rendah serta perbedaan suku bunga acuan di luar maupun dalam negeri yang tinggi di masa wabah pandemi Coronavirus (Covid-19), namun Rupiah mampu terus menguat terhadap Dolar AS.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00