Budidaya Jamur Tiram dan Jambu Madu, Menggiurkan

Jamur Tiram hasil budidaya Siswadi di Bengkulu (Dokumentasi KBRN)

Sementara itu, Siswadi mengungkapkan, dirinya memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang masih kosong, awalnya berangkat dari hobi bercocok tanam.

Disamping itu, latar belakang pendidikannya juga mendukung, yakni Sarjana Pertanian.

"Kita ini negara agraris, halaman masih ada, tanah masih luas, masa kita biarkan begitu saja. Mari kita produktifkan, sejengkal tanah agar bermanfaat," ujarnya, Jumat (5/6/2020).

Lebih lanjut cerita Siswadi, ia dan istri sudah merintis ini sejak awal 2012, semasa dirinya masih menjadi anggota dewan Provinsi Bengkulu dan istrinya masih bertugas sebagai ASN.

Dimana pada waktu senggang, bersama-sama mencoba budidaya jamur tiram, dan lalu beberapa tahun kemudian mencoba berkebun jambu madu.

Kebun Jambu Madu hasil budidaya Siswadi mulai panen (Dokumentasi KBRN)

"Di awal saya coba membeli 200 bibit jamur tiram, seiring waktu terus berkembang menjadi berlipat lipat. Dan sekarang kami menikmati hasilnya, dalam sehari dapat memanen hingga 30 sampai 50 kilogram dengan harga Rp20 ribuan perkilo," jelas Pak Sis sapaan akrabnya.

Ditambahkan, kebun jambu madu yang dimilikinya sekarang sudah lebih dari 300 batang, dan juga menghasilkan keuntungan yang cukup besar (5 hektar sawit).

Bahkan jambu madu dijual dengan harga 50 ribu perkilo, dan bibitnya juga dijual mulai dari harga 50 ribu hingga 1 jutaan.

"Untuk Jambu madu, juga sangat banyak peminatnya dan cukup besar menghasilkan keuntungan. Mulai buah hingga batang juga bisa dimanfaatkan dan menghasilkan, ini cukup menjanjikan bagi masyarakat," tutup Siswadi.

Halaman 2 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00