Harga Kopi Anjlok, Petani Tunda Panen

KBRN, Bengkulu: Semenjak pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), harga komoditas kopi milik para petani sedang anjlok. Para petani pun menunda panen kopi.  

Salah satu petani yang memiliki kebun kopi di Kabupaten Kepahiang, David mengatakan, saat ini harga kopi masih bertahan diangka Rp16 ribu sampai Rp18 ribu per-Kg-nya. Dengan harga sebesar itu, beberapa petani termasuk dirinya lebih memilih untuk menunda terlebih dahulu panen kopi agar tidak merugi.

"Ketika memanen kopi, ada beberapa biaya yang harus dikeluarkan. Mulai dari upah petik, dan juga upah angkut dari kebun. Jika tetap dipaksakan untuk dipanen, hanya lelahnya saja yang diperoleh," ujar David pada Rabu (4/6/2020).

Owner KM Nol, Hery Supandi juga mengakui hal yang sama. Menurut dia, harga kopi yang anjlok saat ini merupakan dampak dari Covid-19. Sehingga permintaan pasar menurun drastis, berpengaruh besar terhadap harga jual kopi para petani.

"Sebelum Covid-19 melanda, saya sudah deal untuk mengirim kopi asal Provinsi Bengkulu ke Bandung Jawa Barat. Tapi harus dibatalkan karena Covid-19. Untung saja pada waktu itu saya belum memesan atau membeli pada petani," jelas Hery. 

Kendati demikian diharapkan Hery agar harga kopi bisa kembali stabil, agar petani menjadi untung.

"Petani juga akan merasakan keuntungan kalau harga kopi stabil dan naik," tutup Hery.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00