BPN Hindari Tumpang Tindih Sertipikat Program PTSL

KBRN, Jakarta: Sejak tahun 2017, Pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melaksanakan penerbitan sertipikat hak atas tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). 

Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil menyampaikan bahwa terlepas dari pencapaian program PTSL yang sudah bagus dari segi kuantitas, masih sangat diharapkan juga concern dari segi kualitas. Di tahun ini, kualitas yang harus ditekankan. 

“Kita tidak mau ke depannya orang mengatakan ada masalah tumpang tindih karena PTSL," ujar Sofyan, Rabu (3/6/2020).

Menteri ATR/Kepala BPN yang kini menjabat di periode keduanya, merasakan bahwa dalam pelaksanaan PTSL selama ini masih ada sedikit kelemahan. Maka pelaksanaan petunjuk teknis perlu ada sebagai upaya untuk terus belajar dari kekurangan yang ada.

“Dengan begitu Kementerian ATR/BPN dapat terus berkomitmen Melayani, Profesional dan Terpercaya terhadap masyarakat,” tegasnya.

Sejauh dalam program ini, Kementerian ATR/BPN telah melebihi target penerbitan sertipikat yang dicanangkan Presiden Jokowi. Tahun 2017 target 5 juta, dapat dikerjakan lebih dari 7 juta. Begitu juga tahun 2018, target 7 juta berhasil dikeluarkan 9 juta lebih. Tahun 2019 meningkat lagi, dari target 9 juta berhasil mengeluarkan produk sampai dengan 11 juta lebih. 

“Target PTSL tahun 2020 sebanyak 10 juta pasti akan mengalami hambatan, tetapi ini merupakan tantangan besar yang harus dijawab oleh Kementerian ATR/BPN," ujar Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Surya Tjandra.

Surya Tjandra. juga menyampaikan bahwa tahun 2020 ini merupakan tahun peningkatan kualitas untuk PTSL sehingga bukan hanya memikirkan kuantitas saja. 

“Cita-cita PTSL adalah pengamanan aset masyarakat dan pemberian akses terhadap bantuan finansial dalam masa ketidakpastian ekonomi, peningkatan indeks (EODB) Indonesia, dan hubungan informasi agraria (data spasial, yuridis, sosial)," kata Surya Tjandra. 

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN Himawan Arief Sugoto mengatakan jika program yang dikerjakan oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian ATR/BPN ini untuk dapat meningkatkan kompetensi bagi seluruh ASN di Kementerian ATR/BPN. 

"Sebuah proses belajar yang adaptif di tengah situasi saat ini (pandemi Covid-19) yang menuntut untuk memanfaatkan teknologi. Tetapi bukan saat ini saja, proses belajar seperti ini akan terus dijalankan karena teknologi memberikan kemudahan untuk  melakukan sesuatu tanpa adanya batasan ruang dan waktu," ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00