Dipengaruhi Daya Beli, Inflasi Mei Sangat Rendah

KBRN, Jakarta :  Terjaganya pasokan dan stabilitas harga kebutuhan sepanjang bulan Mei 2020, menyebabkan laju inflasi sangat rendah, meskipun pada bulan Mei bertepatan dengan bulan Puasa dan Ramadan yang biasanya diikuti dengan kenaikan harga kebutuhan masyarakat.

“Inflasi bulan Mei tahun ini sangat rendah hanya 0,07 persen. Sedangkan inflasi tahunan sebesar 2,19 persen. Dengan catatan, pola inflasi ini tidak biasa karena adanya wabah covid-19,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto saat menyampaikan perkembangan terkini angka inflasi di Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Suhariyanto mengatakan, sejumlah faktor yang memberikan kontribusi inflasi di bulan Mei 2020 antara lain naiknya tarif angkutan udara dan kereta api, naiknya harga bawang merah dan harga daging ayas ras, serta kenaikan harga rokok kretek.

“Faktor lainnya yang ikut mempengaruhi rendahnya angka inflasi di bulan Mei 2020 adalah penurunan permintaan karena menurunnya pendapatan masyarakat, akibat adanya pembatasan sosial bersakla besar yang menyebabkan menurunnya aktivitas sosial dan ekonomi. Begitu pula dari sisi suplai, terjadi perlambatan produksi karena masalah bahan baku dan melemahnya permintaan,” jelas Suhariyanto.

Trend melambatnya laju inflasi, tambah Suhariyanto, juga dialami banyak negara. Wabah Covid-19 menjadi penyebab melambatnya inflasi hampir di seluruh negara di dunia. Di Filipina,Singapura, Vietnam dan Tiongkok bahkan sudah terjadi deflasi.

“Di Indonesia juga terjadi trend perlambatan laju inflasi, meski belum mengalami deflasi. Ini menjadi PR kita semua bagaimana kita bisa meningkatkan daya beli masyarakat, dan kita harapkan Covid-19 ini akan segera berlalu,” pungkas Suhariyanto. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00