Diduga Lakukan Penyimpangan, 35 Koperasi Dinormalisasikan

KBRN, Jakarta: Belum lama ini, Kementerian Koperasi dan UKM, Satgas Waspada Investasi, serta Otoritas Jasa Keungan (OJK) merilis tentang  50 kegiatan yang mengatasnamakan koperasi yang terdapat di aplikasi PlayStore.

"Berdasarkan hasil koordinasi kami dengan 35 koperasi yang diduga melakukan penyimpangan sebagaimana rilis Satgas Waspada Investasi pada 22 Mei 2020, telah menghasilkan beberapa kesepakatan,” ungkap Sekretaris Kemenkop dan UKM Prof Rully Indrawan, dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (29/5/2020).

Kementerian Koperasi dan UKM bersama Satgas Waspada Investasi sepakat untuk melakukan koreksi dan penyempurnaan terhadap Press Release Satgas Waspada Investasi  tersebut.

"Kementerian Koperasi dan UKM bersama Satgas Waspada Investasi akan melakukan review secara menyeluruh dan mengambil  tiga langkah,” tegas Prof Rully.

Pertama, melakukan penindakan terhadap koperasi yang terbukti melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kedua, memberikan pembinaan terhadap koperasi yang masih melakukan kegiatan yang belum sesuai dengan jati diri dan prinsip koperasi.

"Ketiga, melakukan normalisasi dan rehabilitasi terhadap koperasi yang tidak melakukan praktek pinjaman online di luar anggota dan memiliki legalitas badan hukum dan ijin usaha simpan pinjam sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” papar Prof Rully.

Selain itu, secara khusus, Kementerian Koperasi dan UKM bersama Satgas Waspada Investasi sepakat melakukan normalisasi pada tahap pertama ini terhadap 35 koperasi sebagaimana yang ada dalam daftar.

"Terhadap koperasi lainnya masih dalam proses review dan hasilnya  diumumkan untuk normalisasi apabila terbukti tidak melakukan kegiatan pinjaman online kepada non anggota,” penegasan Deputi Bidang Pengawasan Kemenkop dan UKM Ahmad Zabadi. 

Lebih lanjut, ke depan juga disepakati bersama sebelum menetapkan sanksi kepada koperasi, OJK melakukan konfirmasi dan memberikan kesempatan klarifikasi, sehingga penerapan sanksi nantinya betul-betul valid, berdasarkan data dukung yang kuat.

Bisnis koperasi, apalagi di usaha simpan pinjam berbasis trust, kepercayaan. Karena itu, usaha simpan pinjam koperasi menjadi sangat sensitif terhadap  isu-isu negatif, yang dapat menggiring opini publik menjadi kehilangan kepercayaan terhadap koperasi. Padahal, KSP/KSPPS dan usaha pinjam pinjam koperasi secara umum telah berkontribusi sangat besar bagi akses pembiayaan yang diperlukan usaha ultra mikro, mikro dan kecil.

 "Kami bersyukur, pada tahap pertama ini, sudah 35 koperasi dinormalisasi atau rehabilitasi kembali oleh OJK, sisanya masih direview. Perlu diketahui, dari 50 koperasi yang aplikasi onlinenya dianggap ilegal pada pengumuman pertama, 22 Mei 2020  lalu oleh Satgas Waspada Investasi, 9 di antaranya memang koperasi yang tidak memiliki aspek legalitas usaha (belum memiliki Badan Hukum Koperasi), 1 koperasi tetap diblokir sampai koperasi yang bersangkutan melakukan perbaikan, sisanya 5 koperasi sedang dalam proses review," pungkas Zabadi.

Berikut daftar 35 koperasi tersebut:

1. Koperasi Syariah 212

2. Koperasi Syabab Hidayatullah Mandiri

3. Koperasi Mitra Indonesia

4. USPPS Koperasi Nurul Iman Madani

5. Koperasi Syariah Nasuha

6. KSP Nusantara

7. Koperasi Swadharma

8. KSP Sumber Murni

9. KSP Bintang Balirejo Indonesia

10. Koperasi FKSS

11. KSPPS NURI Jatim

12. BMT NU Kalitidu

13. BMT Salman Alfarisi

14. KSP AR-Rohma

15. BMT Sakinah Sejahtera

16. BMT Kulni

17. Koperasi Mitra Tani Mandiri

18. KSU Bumi Artho Mulyo

19. BMT Barokatul Ummah

20. Koperasi Jasa Keuangan Syariah BMT Al Falah Madani

21. KSU Tani Nusantara

22. KSPPS BMT Roudlotul Jannah

23. Koppontren Al Fatah

24. Koperasi Pondok Pesantren  Al Badriyah

25. Koperasi Karyawan Insan Barokah

26. BTM Sang Surya

27. BTM Surya Madinah

28. BMT Baitul Manshurin

29. KSU Amanah Sejahtera Mambaul Ulum

30. Koperasi Mitra Berkah Usaha

31. BMT Permata Indonesia

32. Koperasi Pondok Pesantren Sunan Drajat

33. Koperasi Jasa Keuangan Syariah SIT Ukhuwah

34. Koperasi Jasa Keuangan Syariah Shakira Artha Mulia

35. BMT Smart.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00