New Normal Mencegah Keterpurukan Ekonomi

Arus lalu lintas di jalan arteri Ibu Kota Jakarta (Antara)

KBRN, Jakarta : Guru Besar Bidang Psikologi Sosial dari Universitas Indonesia, Prof Hamid Muluk menyebutkan, adanya wacana pemerintah yang ingin menerapkan new normal (normal baru) di tengah pandemi COVID-19, bertujuan untuk menghidupkan kembali perekonomian Indonesia yang lumpuh akibat dampak wabah virus Corona.

Sebab Ia menilai, dengan adanya imbauan pemerintah kepada masyarakat untuk melakukan seluruh kegiatan dari rumah guna mencegah penyebaran dan penularan COVID-19, pastinya akan mempengaruhi perekonomian jika dilakukan dalam jangka waktu lama.

"Kalau itu (di rumah saja) dilakukan secara berjamaah, ekonomi kita Collapse (jatuh). Kalaupun sekarang ada gagasan new normal, itu setelah mengunci orang dalam jangka waktu 2 sampai 4 bulan di rumah saja, tanpa ada aktivitas (termasuk aktivitas ekonomi)," kata Hamid kepada RRI, Jumat (22/5/2020).

BACA JUGA: Warga Berani New Normal, Tapi Ada Syaratnya

Selain itu, dia juga menegaskan bahwa adanya wacana pemerintah untuk membuka kembali aktivitas masyarakat di berbagai sektor itu, bukan berarti adanya pelonggaran peraturan yang telah ditetapkan terkait penanganan wabah COVID-19.

"Jangan salah paham bahwa new normal itu pelonggaran PSBB. Secara hakikat PSBB tetap jalan, protokol kesehatan tetap jalan untuk kepentingan ekonomi, supaya kita ini gak Collapse," jelasnya.

Akan tetapi Hamid menuturkan bahwa dalam pelaksanaan normal baru tersebut, pemerintah tidak dapat menerapkan aturan yang sama antara satu daerah dengan lainnya. Karena menurut dia, ada perbedaan karakteristik sosial budaya dan letak geografis dari masing-masing daerah itu sehingga tidak dapat disamaratakan dengan penerapan aturan normal baru yang sama.

BACA JUGA: Warga Menuju New Normal, Pemerintah: Belum Diputuskan

Adapun yang perlu dilakukan oleh pemerintah, kata Hamid, yakni dengan melakukan identifikasi suatu daerah yang dinyatakan memiliki tingkat penyebaran Covid-19 yang cukup parah terlebih dahulu, kemudian temukan pula daerah yang memiliki tingkat penyebaran Corona yang rendah.

Dari hasil identifikasi, new normal dapat diterapkan bagi daerah yang memiliki tingkat penyebaran Covid-19 rendah, sehingga nantinya wilayah tersebut bakal menjadi penyanggah ekonomi bagi daerah yang berada di zona merah penyebaran Corona.

"Yang perlu dilakukan (pemerintah), identifikasi tempat-tempat yang merah (zona merah), dan itu memang harus ditutup, terapkan ketat PSBB. Tapi tempat lain (zona hijau) jangan anda tutup, karena nanti dia menjadi penyanggah ekonomi, itu prinsipnya," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00