OJK Dorong PPM Dirikan Bank Digital

Ketua Umum PPM dan Dr. Sutandy Setyawan

KBRN Jakarta : Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pembentukan bank digital alias bank virtual.

Langkah ini mengikuti jejak dua negara Asia yaitu Singapura dan Hong Kong.

Langkah Otoritas Jasa keuangan mendorong bank digital dimanfaatkan oleh organisasi anak pejuang Pemuda Panca Marga mendirikan Bank Digital.

Menurut Ketua Umum Pemuda Panca Marga, Samsudin Siregar PPM bersama investor asal malaysia mendirikan bank digital dengan nama PT Eisenguard Equity Global 

"Kami menangkap peluang bisnis bank digital yang didorong pemerintah melalui OJK untuk mendirikan bank digital sehingga kami menggandeng perusahaan investor asal malaysia untuk sama sama mendirikan bank digital berdasarkan SK Kemenkumhan dengan nomor AHU-0023028.AH.01.01.Tahun 2020," ungkapnya pada wartawan di Jakarta Jumat (22/5/2020).

Samsudin Siregar yang menjabat sebagai komisaris utama Perusahaan bank digital ini menjelaskan bank digital atau bank virtual sangat berbeda dengan bank konvensional yang saat ini dikenal masyarakat.

"Bank digital atau bank virtual ini merupakan institusi keuangan tanpa kantor cabang fisik di mana semua transaksi dilakukan secara daring (online). Artinya masyarakat dengan menggunakan hp dapat melakukan transaksi kapanpun dan dimanapun," jelasnya.

Sementara itu Investor asal Malaysia, Tan Tai Wee menyatakan kerjasama yang dibangun bersama PPM membuat bank digital merupakan upaya mengenalkan bank digital kepada masyarakat Indonesia.

“PPM sebagai organisasi putra pejuang memiliki anggota yang sangat besar dan tersebar di seluruh provinsi di Indonesia dan ini merupakan sebuah modal untuk mengembangkan bank digital Indonesia,” ucapnya.

Ditambahkannya Bank Digital yang didirikan bersama PPM akan maju dan berkembang pesat di Indonesia 

“kami optimis Bank Digital yang kami dirikan akan berkembang dengan pesat mengingat potensial pasar Indonesia yang sangat besar,”tegasnya

Sedangkan Pengamat Ekonomi, Dr. Sutandy Setyawan, SE, MM mengatakan  transformasi digital pada perbankan tidak hanya pada proses bisnis, tetapi juga mengedepankan kebutuhan nasabah dengan cepat.

“Pada saat era digital sudah saatnya era bank digital, konsep bank digital adalah customer-sentris sehingga perbankan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan nasabah dengan tepat,” jelasnya. 

Dikatakannya Kehadiran bank digital, merupakan konsekuensi dari perubahan tatanan sektor keuangan akibat perkembangan teknologi.

Maka mau tidak mau, perbankan harus mengikuti pola tersebut agar tetap kompetitif di pasar.

“Pola konsumsi sudah berubah jadi kami tidak bisa bertahan dengan pola model bisnis yang sekarang. Artinya konsumen mengharapkan dan menuntut perubahan baik pelayanan maupun bisnis modelnya saja,” katanya.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, Bank digital Indonesia diprediksi bisa tembus 100 miliar dolar AS pada 2025 atau setara 1.400 triliun rupiah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00