Antisipasi Daging Babi, Stok Sapi Surplus

KBRN, Sumenep: Kabupaten Sumenep diharapkan terbebas dari peredaran daging babi yang direkayasa menyerupai daging sapi. Pasalnya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H ini, ketersediaan daging sapi disana justru surplus.

Kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumenep, Bambang Heriyanto menjelaskan, pihaknya telah menerjunkan tim husus untuk mengawasi peredaran daging sapi agar terhindar dari campuran babi.

”Kita sudah siaga diri agar tidak ada daging oplosan, termasuk diantaranya dengan daging babi,” terang, jumat (22/05/2020).

Harapannya adalah daging yang diperjualbelikan di Sumenep bukan daging gelonggongan, tidak bercampur babi dan sehat untuk dikonsumsi.

“Hingga saat ini belum ada laporan dari pengawas kami, bahwa ada daging oplosan yang masuk ke Sumenep,” ungkapnya

Lebih lanjut kata dia, Pemkab sangat optimis bahwa Sumenep akan bebas dari daging oplosan. Karena saat ini stok daging sapi sangat melimpah, yakni mencapai 47,55 ton. Sedangkan kebutuhkan daging setiap minggu cuma sekitar 28,88 ton daging. Surplus daging 18,67 ton.

“Jadi untuk kebutuhan menjelang lebaran, pada saat lebaran, hingga sesudah lebaran sangat cukup melimpah tanpa campuran,” tegasnya.

Sementara itu Kabid Kesehatan Hewan Drh. Zulfa meminta konsumen melihat dengan lebih teliti perbedaan antara daging sapi dan daging babi, karena daging babi biasanya seratnya lebih halus termasuk baunya lebih amis. Selain itu ada perbedaan warna yang sangat cerah.

“Kalau masih ragu, sebaiknya beli daging yang masih digantung, bukan yang ditumpuk,” harapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00