Operasi Tekan Harga Gula, Pemasaran Secara Online

KBRN, Jakarta : Langka serta mahalnya gula pasir di pasaran membuat Badan Urusan Logistik (Bulog), menggandeng Rumah Ekonomi Rakyat (Rekor) se-Indonesia, untuk menggelar Operasi Pasar.

"Diketahui saat ini Harga Gula dipasaran sudah mencapai Rp. 18 ribu perkilo. Oleh karenanya, kami bersama rumah ekonomi rakyat, melakukan operasi pasar ini untuk menekan harga gula pasir," kata Direktur Komersial Bulog Mansur, Jumat (22/5/2020).

Ia menjelaskan dalam operasi pasar kali ini pihaknya menurunkan puluhan ton ke satu pasar dan 150 Ton gula kepada Rumah Ekonomi Rakyat (Rekor) setiap harinya, untuk nantinya dipasarkan kepada seluruh masyarakat Jakarta dan Banten.

"Kami Harap dengan operasi ini dapat menurunkan dan menstabilkan harga gula," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP) Abdul Rosyid Arsyad, menjelaskan pihaknya akan memasarkan gula pasir milik Bulog tersebut melalui anggota Rumah Ekonomi Rakyat (Rekor), yang saat ini sudah tersebar di beberapa wilayah Jakarta dan Banten termasuk pasar tradisional.

"Ribuan Anggota ini yang nantinya akan menjadi ujung tombak penstabilan harga gula, dengan cara menjual langsung dari rumah anggota rumah ekonomi rakyat rekor, kami keliling ke pasar, ke warga, ke agen/toko sekaligus pemesanan bisa lewat WA Center rumah ekonomi rakyat (rekor) 08211 235 3232 / 08577 2127 217 atau bisa lewat website www.rumahekonomirakyat.id dan rekor.co.id atau bisa langsung datang ke kantor Rumah Ekonomi Rakyat (Rekor) di Jalan Tipar Cakung RT. 09 RW. 07 depan Pasar Kalimalang Cakung Barat Jakarta Timur," katanya.

Ia juga menuturkan jika pihaknya menjual gula-gula tersebut kepada penjual maupun konsumen langsung. Tentunya dengan harga yang berbeda.

"Selain gula dari Bulog, kami sedang buat kemasan merk sendiri dengan nama Gula Saya, seluruh gula yang berasal dari berbagai sumber produksi, harga yang kami jual ke konsumen dengan harga Rp 12.400 perkilo, selain gula pasir rumah ekonomi rakyat rekor menjual juga beras, terigu, bawang putih, minyak goreng dan daging," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00