Tunda Mudik Saat Pandemi, Selamatkan Pangan Nasional

KBRN, Jakarta: Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Budi Arie Setiadi meminta kepada masyarakat untuk meniadakan sementara perjalanan mudik. Penyebaran dan penularan wabah pandemi virus COVID-19 masih menjadi tujuan menuju Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

Hal itu kata Budi, juga bertujuan untuk mencegah adanya penyebaran virus COVID-19 di desa-desa yang merupakan pusat produksi tanaman dan lumbung pangan.

Sebab, ia menjelaskan, jika adanya masyarakat perkotaan ataupun yang melakukan perantauan, tanpa menyadari bahwa telah terjangkit virus COVID-19 mesti dilakukan tindakan. Mereka yang melakukan perjalanan mudik saat pandemi dipastikannya dapat menularkan semua warga pedesaan. Bahkan, dia menilai dapat menghancurkan sistem tatanan sosial dan produksi pangan di banyak desa.

"Kenapa desa harus dilindungi? Sebagai pusat produksi tanaman pangan dan lumbung pangan , desa tidak boleh hancur karena Pandemi Covid 19. Sebab jika desa hancur, maka yang hancur adalah sistem sosial dan sistem produksi Indonesia sebagai bangsa. Peran desa sangat strategis dan signifikan," ujar Wamendes PDTT, Budi Arie, dalam keterangan tertulisnya yang diterima RRI, Jakarta (21/5/2020).

Tidak hanya itu, ia juga menilai bahwa selain sektor pertanian yang tidak hanya perlu dilindungi. Tapi, kebutuhan tanaman pangan dan lumbung pangan menjadi perhatian. Tapi, juga terdapat dua sektor masyarakat pedesaan yang menjadi salah satu penggerak roda perekonomian Indonesia.

"Masa depan kemajuan ekonomi Indonesia ada di 3 sektor yaitu pertanian, perikanan dan pariwisata. Istilahnya (absolute) competive advantage kita sebagai bangsa. Tidak ada negara di dunia yang punya keunggulan dan potensi itu dibandingkan Indonesia. Dan yang utama ketiga sektor itu ada di desa. Jadi, memajukan desa berarti memajukan Indonesia. Karena desa maju Indonesia maju , " tuturnya lagi.

Untuk itu, Wamendes PDTT Budi Arie kembali menegaskan bahwa, masyarakat diharapkan untuk mempertimbangkan dan meningkatkan kesadaran untuk menunda perjalanan mudik ditengah pandemi COVID-19.

Penundaan perjalanan mudik ditengah pandemi COVID-19 tersebut, dinilai Budi Arie merupakan sebuah langkah tepat dan penting. Itu dipertimbangkan untuk menjaga kestabilitasan pangan Indonesia dimasa-masa wabah virus COVID-19.

"Karena itu, tunda mudik dan jangan mudik dulu. Sebab, itu sangat penting untuk menyelamatkan desa, warganya dan bangsa Indonesia. Jangan sampai krisis pangan melanda Indonesia," pungkas Budi Arie.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00