Belanja Bansos Naik 13.7 Persen

Foto merdeka

KBRN, Jakarta: Realisasi belanja bantuan sosial (bansos) mengalami kenaikan 13,7 persen jika dibandingkan dengan peride yang sama pada tahun lalu.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan, kenaikan realisasi Bansos terjadi terutama sejak wabah Covid-19 melanda Indonesia. Total per April kemarin, Bansos yang telah direalisasi sebanyak Rp61.4 triliun. 

Dikatakannya pertumbuhan realisasi belanja Bansos antara lain dipengaruhi oleh pencairan beberapa komponen Bansos seperti Penerima Bantuan Iuran (PBI) dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

"Ini 13,7 persen tumbuh dipengaruhi oleh pencairan PBI JKN di Kemenkes dan bantuan pangan di Kemensos terjadi peningkatan belanja bansos yang mencapai pertumbuhan tahun lalu 34,9 persen,” ucapnya kepada awak media dalam konferensi pers virtual, Rabu (20/5/2020). 

Kenaikan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan bagi masyarakat yang terdampak ekonomi imbas pandemi virus Coron yang merebak di Indonesia.

Ada beberapa macam program bantuan sosial yang tersebar di beberapa kementerian dan lembaga dengan total nilai mencapai Rp61,4 triliun, di antaranya rehabilitasi sosial Rp100 miliar, jaminan sosial (PBI JKN) Rp27,3 triliun, pemberdayaan sosial Rp300 miliar, perlindungan sosial (PKH) Rp16,9 triliun, dan penanggulangan kemiskinan (Kartu Sembako) Rp16,9 triliun. 

"Belanja Bansos berbagai macam jenis itu PBI JKN, PKH, Kemensos, penanggulangan kemiskinan. Kemudian ada kartu sembako naik 2 kali lipat lebih dari belanja tahun lalu dibanding tahun ini. Ini akan terus dijalankan karena program pemulihan ekonomi. PKH ini meningkat secara bulanan dengan nilai manfaat Rp 200 ribu rupiah bantuan sosial tunai," ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00