Ratusan Pekerja Pabrik Sepatu Madiun Dirumahkan

Kabupaten Madiun. (Foto: Istimewa)

KBRN, Madiun:  Dampak sosial ekonomi akibat Darurat COVID-19 mulai sangat terasa di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Sebab, saat ini terdapat 157 orang kehilangan pekerjaannya atau pemutusan hubungan kerja (PHK) dan 210 orang terpaksa dirumahkan oleh sejumlah perusahaan. Sejumlah pekerja dirumahkan adalah warga Kabupaten Madiun yang bekerja di berbagai perusahaan. Seperti di pabrik sepatu PT Inka Multi Solusi, Umbul Square dan lainnya. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Madiun, Wijanto Djoko Poernomo memastikan akan memfasilitasi mereka dalam pendaftaran Kartu Pra Kerja.

“Langkah Disnaker sementara ini, kami memfasilitasi untuk mendaftar di Kartu Pra Kerja ya. Itu salah satunya. Kemudian yang kedua itu kita koordinasikan dengan gugus. Bagi orang yang di-PHK maupun dirumahkan itu nanti supaya dikoordinasikan di tingkat desa, karena apa pun dia itu jawabannya, aku saiki 'butuhe duit'," kata Wijanto di Madiun, Jawa Timur, Kamis (7/5/2020).

Ilustrasi pekerja pabrik sepatu di Madiun, Jawa Timur. (Foto: Istimewa)

Disnaker Kabupaten Madiun telah mendaftarkan secara offline sekitar 19.500 Kartu Pra Kerja. Sedangkan masyarakat yang telah berpartisipasi untuk mendaftarkan sebanyak sekitar 2500 orang dan gelombang pertama terdapat 875 orang. Hasilnya, mereka lulus seleksi hanya sekisar 100 orang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Madiun, Wijanto Djoko Poernomo. (Foto: Haryono/RRI Madiun)

“875 orang ini dari (pendaftaran, red) Senin (4/5/2020) sampai Kamis (7/5/2020). Persoalannya itu, tatkala dia itu difasilitasi untuk mendaftar sampai dengan evaluasi, dia itu kalau sudah dinyatakan lulus itu tidak laporan kepada kita. Ini kebetulan di Kabupaten Madiun yang kita deteksi, itu yang lulus evaluasi itu sekitar 100 orang. Sampai hari ini," ucap Wijanto.

Wijanto juga memastikan petugas Disnaker Madiun tetap melayani para calon penerima Kartu Pra Kerja secara offline di poski yang dibuka Senin-Kamis dimulai pukul 08.00-15.00 WIB. Dia mengklaim, pos pendaftaran dibuka lantaran sebagian masyarakat Madiun dianggap masih belum memiliki smartphone dan belum dapat menggunakannnya dengan baik.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00