Pertumbuhan Ekonomi 2.97 Persen Patut Disyukuri

Meski semua poyeksi ekonomi meleset, tapi masih ada harapan di sisi ekspor, yang justru  kinerjanya lebih baik dari perkiraan.  BI, tambah Perry, semula memperkirakan ekspor akan tumbuh negatif sebesar 1,86 persen.Tapi di triwulan I 2020, ekspor  masih bisa tumbuh positif sebesar 0,24 persen.

“Ternyata kinerja ekspor tidak turun terlalu dalam,”  tukas Perry.

Selain itu,  BI juga melihat perkembangan positif pada konsumsi pemerintah yang tumbuh 3,74 persen, lebih tinggi dari perkiraan semula sebesar 2,3 persen. “Dengan demikian kebijakan stimulus fiskal pemerintah akan memberikan dampak yang positif pada perekonomian,” sambung Perry.

BI memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia baru akan membaik di triwulan IV  atau akhir tahun ini.  Untuk saat ini, lanjut Perry Warjiyo, pertumbuhan ekonomi Indonesia  sebesar 2,97 termasuk masih lebih baik dibandingkan  pertumbuhan ekonomi  banyak negara lain. Sebut saja  Tiongkok yang pertumbuha ekonominya negatif 6,8 persen,  pertumbuhan ekonomi AS turun menjadi 0,3 persen. Eropa minus 3,3 persen, dan di kawasan Asia,  Singapura  pertumbuhan ekonominya minus 2,2 persen dan  Korsel turun menjadi 1,3 persen.

“Ini bukan excuse ya. Tapi ekonomi Indonesia yang masih tumbuh 2,97 persen  patut disyukuri,” pungkas Perry. ()

Halaman 2 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00