Harga Bawang Putih dan Bombai Menukik Tajam

Stok bawang putih di Pasar Kramat Jati (Dok. Istimewa)

KBRN, Jakarta : Sejak pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta dan seluruh provinsi di Pulau Jawa, harga bawang putih dan bombai semakin turun.

Padahal di bulan Februari - Maret harga kedua komoditi tersebut melejit. Bawang putih merangkak naik Rp 60.000 per kg. Lebih parah bawang bombay mencapai Rp 150.000 per kg. Padahal dalam kondisi normal hanya Rp 20.000 per kg.

Sampai awal Mei harga terus menurun karena bawang putih dan bombay sudah mulai banyak masuk ke Indonesia.

Kondisi ini dibenarkan oleh pedagang bawang putih dan bombay Pasar Induk Kramat Jati, Ibu Asih.

“Kondisi saat ini harga sudah turun, tadinya sempet tinggi. Bawang putih jenis kating 20.000 dan honan 19.000, ke bawah pedagang eceran jual kisaran 24.000 atau 25.000, biasanya mereka ambil selisih sekitar 5.000-an per kg nya. Kalau bawang bombay 250.000 sekarung isinya 20 kg,” paparnya.

Syaiful Bahari, salah satu pemerhati pertanian ketika diminta pendapatnya menjelaskan, turunnya harga dua komoditi yang menjadi sorotan masyarakat dan Presiden Jokowi tersebut, tidak lepas dari kebijakan relaksasi pemerintah untuk melonggarkan prosedur importasi bawang putih dan bombay demi memenuhi ketersediaan dalam negeri dan menstabilkan harga.

“Harga beli bawang putih dari Cina sampai di pelabuhan Indonesia saat ini rata-rata sudah $700 per ton, berarti harga per kg Rp 10.500.

Bandingkan ketika Februari sampai Maret rata-rata $1.200, berarti harga per kg Rp 18.000,” ungkapnya.

Selanjutnya : Fluktuasi Harga Bawang

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00