Tanam Sayur, Petani Milenial Omset Jutaan Per Hari

KBRN, Jakarta  : Seorang petani muda milenial di daerah Teluk Naga, Tangerang, Jawa Barat  berhasil mengembangkan  usaha sayur-sayuran sejak tahun 2004 dengan omset pendapatan per hari mencapai jutaan rupiah.

“Saat ini saya sudah memiliki 40 petani, yang saya bagi menjadi 3 kelompok. Ada kelompok budidaya sayuran, budidaya melon dan sayur buah lain, budidaya cabai,” kata Bagas dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2020).

Bagas menyatakan, aktivitas bertani dijalankan di atas luas tanam 26 hekta, sementara jenis sayur-sayuran dihasilkan yakni kangkung dan bayam. Namun, ia juga  mampu menghasilkan komoditas melon dan labu madu hanya sebagai komoditas sampingan.

Sementara itu, para petani binaanya mampu menghasilkan 10 ribu – 15 ribu ikat kangkung dan bayam (sekitar 2,5 ton), dengan omset mencapai Rp 15 juta per hari. Pasar utama hasil panen Bagas adalah pasar modern.

“Saya adalah pemasok sayuran di Superindo dan Alfamidi daerah Tangerang. Omset pemasaran di pasar modern bisa mencapai Rp 9 juta per hari. Sedangkan, untuk pasar tradisional omsetnya bisa mencapai sekitar Rp 6 juta per hari,” paparnya.

Menariknya, Bagas merangkul anak jalanan. Sebagian besar petani yang dibinanya adalah mantan anak jalanan. Bagas juga stelah membina 5 petani milenial yang kini cukup sukses. Bahkan, menjadi pesaing bisnis sayurannya.

“Rekrutmen saya memang cukup ekstrim, karena mereka anak-anak jalanan, bertato. Tapi setelah kita tawarkan itu, mereka tertarik, lalu kita bimbing, kita ajak bekerja. Kita kasih tau seperti ini cara budidaya, seperti ini cara pemasaran. Jadi mereka sangat semangat dan sudah berjalan empat tahun-lima tahun ini mereka menikmatinya,” ujarnya.

Dipihak lain,  Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) terus mendorong lahirnya petani milenial. Sejumlah upaya dilakukan untuk meningkatkan jumlah petani milenial termasuk yang berlatar belakang anak jalanan. 

"Salah satu fokus dari Kementerian Pertanian adalah mencetak SDM berkualitas. Dan hal ini sejalan dengan yang selalu digaungkan Presiden," ujar Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00