Lima Ribu Tenaga Kerja Pariwisata di Badung-Bali di PHK

KBRN, Denpasar: Federasi Serikat Pekerja (FSP) Bali cabang Badung memprediksi lebih dari lima ribu pekerja di sektor pariwisata terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) maupun dirumahkan.

Ketua FSP Bali cabang Badung Wayan Suyasa dihubungi RRI Minggu, (5/4/2020) mengatakan untuk wilayah Badung pekerja pariwisata yang berserikat sekitar 15 ribu hingga 20 ribu pekerja yang dinaungi 50 perusahaan. Akibat pandemi covid-19, hampir seluruh destinasi wisata hotel maupun restoran tidak beroperasi.

“Semua sudah nol persen, hotel-hotel semua close tidak ada yang beroperasi. Karena di Baudng sebagian besar mengandalkan pariwisata, saya kira lebih dari 5 rbu kena PHK dan dirumahkan untuk tenaga kerja di sektor pariwisata”, ujarnya.

Pria yang juga Wakil Ketua I DPRD Badung itu mengakui situasi saat ini sulit dibendung, Namun ia meminta Pemerintah Daerah tidak tinggal diam. Pemkab Badung semestinya bisa memberikan reward atau bantuan terhadap para pekerja pariwisata yang terkena PHK atau dirumahkan, mengingat selama ini mereka telah memberikan andil besar menyokong sektor pariwisata  di wilayah Badung.

“Harusnya pemerintah daerah bisa memberikan reward kepada teman-teman pekerja di sektor pariwisata karena selama ini mereka sudah banyak memberikan andil”, tegasnya.

Suyasa menambahkan pemberian bantuan atau reward tersebut dapat diberikan enam bulan sekali, sambil menunggu wabah virus corona dapat teratasi.

Selain di wilayah Badung, Pemerintah Kota Denpasar per tanggal 3 April juga sudah mendata sedikitnya terdapat 3.028 Tenaga Kerja yang di PHK dan Dirumahkan tanpa upah. Jumlah tersebut terdiri atas 2.975 tenaga kerja yang dirumahkan tanpa upah dan 53 orang di PHK berasal dari 37 perusahaan di Kota Denpasar. Dari 37 perusahaan tersebut hampir sebagian besar perusahaan bergerak di sektor  pariwisata.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00