Miris, Ribuan Pelaku Usaha di Bandung Terkena Dampak Covid-19

KBRN, Bandung: Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung menyebutkan kurang lebih 2.600 pelaku industri kecil dan menengah (IKM) terkena dampak akibat wabah covid-19. Oleh karena itu, pihaknya sudah mengirimkan data tersebut kepada kementerian untuk mendapatkan insentif atau stimulus bantuan keuangan.

Hal tersebut di ungkapkan, Kepala Disdagin Kota Bandung, Elly Wasliah kepada wartawan di  Bandung, Sabtu (4/4/2020).

"Total sekitar 2.600 warga, pelaku industri kecil terkena dampak covid-19," ujar Elly.

Selain itu dikatakan Elly, para pelaku IKM yang terkena dampak tersebut diantaranya pelaku usaha kaos di kawasan jalan Suci dan pelaku usaha sepatu di jalan Cibaduyut serta pelaku usaha rajutan. Ia mengatakan data yang sudah didata akan diserahkan kepada provinsi Jawa Barat.

Diutarakan Elly, dari total tersebut, 2.058 diantaranya adalah pelaku usaha kecil dan 458 merupakan pelaku usaha menengah. Menurutnya, pihaknya tengah melengkapi data administrasi yang selanjutnya akan diserahkan.

Elly memaparkan, sejak Januari hingga Maret kemarin ekspor dari Kota Bandung menurun sekitar 24 persen akibat wabah covid-19. Menurutnya, peringkat pertama ekspor di Kota Bandung yaitu fashion, ikan hias dan lainnya dengan tujuan negara yang didominasi ke Jepang, Amerika dan Malaysia.

"Kami masih melayani surat keterangan asal untuk eksportir tapi biasa perhari 70 permohonan sekarang turun 24 persen," ucapnya.

Elly juga memaparkan membatasi jam operasional ritel ritel di Kota Bandung dari pukul 10.00 Wib hingga pukul 20.00 Wib yang sebelumnya hanya sampai pukul 18.00 Wib. Menurutnya, revisi jam operasional dilakukan karena jik terlalu banyak dibatasi dikhawatirkan banyak karyawan yang dirumahkan.

Selain itu, menurutnya banyak warung-warung di perumahan yang tidak dapat berbelanja jika jam operasional ritel hanya sampai pukul 18.00 Wib. Namun menurutnya beberapa ritel masih tetap buka 24 jam yang berada di area rumah sakit, SPBU dan rest area.

Dengan demikian pihaknya sudah memberikan arahan agar pasar modern menerapkan pyhsical distancing untuk meminimalisasi penyebaran covid-19. Menurutnya, jika terdapat ritel yang abai terhadap hal tersebut akan diberikan sanksi tegas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00