APPSI Bingung, Pasar Modern Bisa Jual Gula Putih dengan HET

KBRN, Jakarta : Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) mempertanyakan harga modal gula putih yang diperoleh pedagang pasar tradisional karena tidak dapat bersaing dengan pasar modern.

"Keanehan justru pada gula putih. Karena gula putih itu dipasang HET kan 12,5 ribu. Kalau kita belanja satu karung sudah lebih dari 760 ribu bahkan lebih dari 770 itu isinya teorinya 50 kilogram, kalau ditimbang ada 47, 46 kilogram, itu kalau penjualan eceran antara 16 sampai 18 ribu. Sementara HET 12,5 ribu. Mana barang yang dijual 12,5 itu mana, boleh atau dapat ga kita?" jelas Wakil Ketua Umum APPSI pada Pro3 RRI, Jumat (3/4/2020).

Tentu pertanyaan langkah pembagian atau pendistribusian gula putih dengan harga yang normal itu menjadi pertanyaan asosiasi. Situasi lebih miris kata Ngadiran, dimana saat ini memang masyarakat yang jauh berkurang berbelanja di pasar tradisional.

"Nah justru itu yang jadi tanda tanya, mengapa di pasar tradisional kami tidak dapat, di supermarket atau di toko modern itu dapat, emang dosa apa kami?" sebutnya.

Kondisi sembako lain yang saat ini berada di pasaran menurut Ngadiran bagaimana beras yang tergolong belum ada gejolak signifikan, meski tidak minggu dirasa terus merangkak naik.

"Yang utama itu kalau beras sampai saat ini boleh dikatakan tidak gejolak, naik ada, tapi stok barangnya masih ada. Naiknya dikit, seminggu satu karung ada yang 10 ribu, ada yang 20 ribu, ga banyak. Tapi itu bergerak dikit dikit tapi terus. Tapi ini dalam arti masih tidak terlalu menjadi masalah," ucapnya.

(Foto : Ant)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00