Kabar Gembira bagi Petani Lada, Belanda Siap Impor dengan Harga Tinggi

KBRN, Sungailiat : Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Adet Mastur menyebutkan permasalahan harga lada yang selama ini dikeluhkan oleh para petani, saat ini sudah mulai mengalami titik terang.

Hal itu disampaikan Adet Mastur saat di wawancara RRI, Sabtu (15/2/2020),  setelah pulang dari Jakarta memenuhi undangan dari Kementrian Perdagangan. 

“Kita diundang untuk melakukan diskusi terkait harga lada. Hasilnya, ada seorang pengusaha Indonesia yang sudah menandatangi kontrak dengan VOC salah satu perusahaan di Belanda,” jelas Adet.

Ia mengungkapkan hasil di dalam kontrak tersebut, perusahaan VOC ini siap membeli lada Bangka di harga Rp300.000 per kilogram.

“Di dalam kontrak itu, perusahaan VOC berani membeli lada kepada pengusaha Indonesia dengan harga Rp300.000 per kilogram. Artinya pengusaha Indonesia nantinya bisa membeli lada ke petani dikisaran Rp100.000 perkilogram atau bisa lebih,” jelas Adet.

Lebih lanjut ia mengatakan, perusahaan VOC Belanda ini meminta Indonesia agar dapat menjamin kualitas lada yang akan diekspor ke negara kincir angin tersebut.

“Sekarang tinggal tindak lanjut dari pemerintah daerah untuk mempersiapkan perangkat-perangkat terkait, biar mutu lada kita ini betul-betul mempunyai kualitas yang bersih dan terjamin, Maka dari itu, peran dari pemerintah untuk menaikan harga lada tergantung daripada pengelolaan,, proses perendaman, dan penjemuran lada itu sendiri," ungkap Adet.

Selain itu, Rusdi (50) - salah seorang petani lada di Bangka Selatan mengungkapkan Apresiasinya terhadap wakil Rakyat yang telah memperjuangkan nasib rakyat khususnya para petani di Bangka Belitung ini. 

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah ataupun wakil rakyat yang telah bekerja maksimal, mudah-mudahan  terus dan terus berjuang agar masyarakatnya lebih semangat dan sejahtera,” harap Rusdi. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00