Bali Ekspor Manggis ke Cina Antara 6-150 Ton Setiap Harinya

KBRN, Tabanan : Bali memiliki peluang besar untuk ekspor buah Manggis ke Cina, apalagi pada 2020 ini Bali memiliki kuota ekspor Manggis ke Cina hingga mencapai 9.000 ton.

Hal itu terungkap ketika Fakultas Ekonomi dan Bisnis bersama Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Tabanan (Untab) melakukan pengabdian masyarakat “Budidaya Manggis, Manajerial dan Peluang Eksport" ke perusahaan PT Radja Manggis Sejati di Desa Padangan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Minggu (19/1/2020).

Rektor Untab Ir. Gde Made Rusdianta mengatakan, pengabdian masyarakat ini sebagai salah satu bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan oleh semua civitas akademika.

Dirinya lanjut menuturkan, ke depan semakin banyak pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Untab agar keberadaan mereka semakin dirasakan masyarakat Tabanan khususnya dan Bali pada umumnya.

"Ke depan kita akan semakin banyak melaksanakan pengabdian masyarakat, tidak saja melibatkan dosen tetapi semua civitas akademika. Saya berharap pengabdian ini dilaksanakan dengan sungguh-sungguh sehingga betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ucapnya.

Dalam pengabdian masyarakat kali ini, Untab menggandeng STIE Sahid Bali dipimpin Wakil Ketuanya Wayan Astawa. 

Senada dengan Rektor Untab, Astawa mengatakan, dengan turun langsung ke masyarakat, pihaknya diyakini dapat mengetahui kebutuhan mereka dan mendekatkan lembaga pendidikan dengan masyarakat itu sendiri.

Sementara pemilik PT Radja Manggis Sejati, Jero Gusti Putu Tessan, yang sudah 30 tahun bergelut di bidang ekspor Manggis menjelaskan kepada RRI, per hari ekspor Manggis ke Cina bisa mencapai 6 ton. Bahkan jika berada pada puncak musim Manggis ekspor bisa mencapai 150 ton per hari.

"Sebelum diekspor, Manggis yang berasal dari seluruh Bali bahkan sebagian dari luar Bali disortir terlebih dahulu agar memenuhi standar Negara Cina. Karena mereka sangat ketat dengan kesehatan pangannya. Manggis Bali sangat terkenal di negeri Cina sehingga (tak jarang) banyak Manggis luar Pulau Dewata yang memakai label Bali," ucapnya.

Gusti Putu Tessan yang juga Ketua Asosiasi Manggis Indonesia mengatakan, dari jumlah Buah Manggis yang diekspor ke Cina, 70 persennya merupakan produk lokal Bali. Menurutnya, Bali memiliki peluang besar eksport buah ke cina karena sebagai daerah pariwisata dunia, Bali juga banyak dikunjungi wisatawan Cina. Karena itu sesungguhnya ekspor Bali sangat tergantung pada pariwisata.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00