Optimisme BI Melihat Pergerakan Rupiah

KBRN, Jakarta : Bank Indonesia merasa belum perlu melakukan intervensi pasar, karena nilai tukar rupiah masih stabil bahkan ada kecenderungan menguat. Meskipun pada penutupan perdagangan sore ini, rupiah ditutup melemah tipis 7 poin atau 0,05 persen di level Rp 13.680 per dollar AS.  Namun rupiah masih bergerak di kisaran Rp 13.642-Rp 13.690 per dollar AS.

Mencermati pergerakan nilai tukar rupiah, Deputi Gubernur Bank Indonesia Dodi Budi Waluyo mengungkapkan faktor yang mendorong penguatan rupiah.

“Kita tetap melihat rupiah itu sesuai dengan kekuatan pasar. Artinya sepanjang masih sesuai dengan fundamental, kita tidak akan melakukan intervensi pasar. Penguatan rupiah didukung kondisi makro ekonomi kita yang cukup positif. Angka pertumbuhan ekonomi, angka inflasi, survei konsumen,  menunjukkan ke arah yang positif,” jelas Dodi di Jakarta, Selasa (14/1/2020)

Selian itu, lanjut Dodi kondisi ekternal mendorong aliran masuk modal asing ke Indonesia, dan cadangan devisa yang terus menguat, juga menjadi faktor yang mendukung penguatan nilai tukar rupiah.

Menurut data Bank Indonesia, hingga 9 Januari 2020 kemarin, aliran masuk modal asing ke Indonesia mencapai Rp 10,1 triliun lebih, terbagi dalam Surat Berharga Negara sebesar Rp 10 triliun dan saham sebesar Rp 1,3 triliun.

Melihat kondisi makro ekonomi yang positif, BI optimis rupiah akan melanjutkan penguatannya.

 “Rupiah cukup confident, kami juga confident melihat pergerakan rupiah,” pungkas Dodi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00