Pemkot Madiun Tahun ini Lanjutkan Program BPJS Kesehatan

KBRN, Madiun : Walikota Madiun, Maidi akhirnya mengambil sikap pasca tidak adanya kepastian pembayaran klaim rumah sakit dari BPJS Kesehatan. Jika sebelumnya Maidi bersikukuh memutus kontrak kerjasama dengan BPJS, kali ini niat tersebut diurungkan. Dengan begitu, pemkot tidak kembali ke program awal Jaminan Kesehatan Masyarakat Semesta (Jamkesmasta).

Maidi mengatakan, jika pemkot kembali ke Jamkesmasta, konsekuensinya anggaran dari luar daerah tidak bisa masuk, termasuk dana cukai sekitar Rp9 Milyar tidak dapat terserap. Karena itu pemkot tetap melanjutkan program BPJS kesehatan dengan mempertimbangkan sejumlah hal.

Diantaranya karena Kota Madiun sudah meningkatkan cakupan kesehatan semesta atau universal covarege health (UHC) hingga lebih 95 persen. Selain itu, juga adanya etikad baik yang dilakukan pihak BPJS dengan membayar sejumlah klaim pembayaran, utamanya di RSUD Kota Madiun. Dari enam bulan yang belum dibayar, saat ini tinggal dua bulan yang belum terbayarkan oleh BPJS Kesehatan dengan total anggaran sekitar Rp20 Miyar.

“BPJS tetap berjalan. Kita evaluasi keuangan di BPJS banyak yang masuk tinggal dua bulan (yang belum dibayar oleh BPJS Kesehatan). Tapi tinggal dua bulan itu rumah sakit masih bisa berjalan dengan baik. Jadi kemarin dari enam bulan sudah dibayar empat bulan. Karena uangnya masuk ya tetap berjalan semuanya (program BPJS Kesehatan),” ungkap Maidi, Selasa (14/1/2020).

Orang nomor satu di Kota Madiun ini menjelaskan, tahun ini Pemkot Madiun menyediakan anggaran sekitar Rp43 Milyar di APBD murni. Anggaran itu naik dibanding tahun sebelumnya yang hanya sekitar Rp23 Milyar. Hal itu karena mulai tahun ini pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan hingga dua kali lipat. Besarnya anggaran tersebut salah satunya diambilkan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Seperti diketahui, pemerintah mulai tahun ini melakukan penyesuaian tarif BPJS Kesehatan yang kenaikannya mencapai 100 persen. Kelas I dari sebelumnya Rp 80.000 menjadi Rp 160.000, kelas II dari Rp 51.000 menjadi Rp 110.000, dan kelas III dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00