Penyerapan APBN Bagus, Kunci Pengendalian Inflasi

KBRN, Malang: Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang efisien dan akuntabel menjadi kunci pengendalian inflasi, khususnya di daerah. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto di sela penyerahan DIPA Tahun Anggaran 2020 di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Malang, Rabu (4/12/2019).  

Di Tahun Anggaran 2020, sebanyak 163 satuan kerja (satker) di wilayah Malang Raya dan Pasuruan mendapatkan alokasi dana APBN senilai Rp 8,9 triliun.

“Mudah-mudahan dengan telah diserahkannya DIPA T.A 2020 ini, proses lelang sudah bisa mulai dilakukan. Pemkot Malang meminta OPD untuk segera melakukan proses awal lewat sistem informasi pengadaan. 

Harapannya di Januari tahun 2020 sudah bisa maksimal dan harus sudah mulai tandatangan kontrak untuk kegiatan yang sifatnya melalui penyedia jasa,” tuturnya.

Menurutnya, alokasi APBN dan APBD merupakan stimulus bagi pertumbuhan ekonomi di masing-masing wilayah. Harapannya, satuan kerja Kementerian/ Lembaga dapat mengatur irama keluaran uang negara melalui APBN/ APBD. Sehingga penyerapan anggaran tidak menumpuk di akhir tahun.

“Karena kalau menumpuk di akhir tahun akan berdampak pada inflasi di tahun itu. Inflasi yang tidak terkendali akan menyebabkan daya beli menurun, dan angka kemiskinan menjadi bertambah,” kata Wasto. 

Untuk menghindari penumpukan penyerapan anggaran di akhir tahun, maka irama penyerapan bulanan ini juga harus dikendalikan dan dipantau oleh para pimpinan daerah. “Jadi kalau tugas negara adalah bagaimana menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil. Perpindahan dari satu pihak ke pihak lain itu akan cepat, disitulah pertumbuh ekonomi jadi lebih mudah. Pertumbuhan ekonomi yang bagus akan berdampak pada peluang kerja dan mengurangi angka kriminalitas,” ungkapnya.

Ketika ditanya soal besaran penyerapan anggaran 2019 di lingkungan Pemerintah Kota Malang, Wasto masih belum bisa mengungkapkan. “Evaluasi dan realisasi baru bisa dilihat di akhir tahun anggaran, karena masih terdapat kontrak-kontrak yang saat ini belum selesai masa kontraknya,” tandas Wasto.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00