Pariwisata Sebagai Sumber Ekonomi Baru di Sumbar Belum Tergarap Optimal

KBRN, Padang: Bank Indonesia Sumatera Barat (BI Sumbar) meyakini, sektor pariwisata akan menjadi sumber ekonomi baru di ranah Minangkabau. Kepala BI Sumbar, Wahyu Purnama mengatakan, pertumbuhan ekonomi di daerah ini masih didominasi sektor pertanian dan perdagangan. Ke depan,  pariwisata bisa menjadi sumber ekonomi baru, dengan catatan jika digarap dengan serius. 

Menurut Wahyu, potensi budaya dan keindahan alam di Minangkabau sangat menarik kunjungan wisata, namun potensi itu belum selaras dengan dampak ekonomi yang dihasilkan. Nyatanya, dari target kunjungan wisata yang ditetapkan Kementerian Pariwisata tahun 2018 untuk Sumatera Barat sebanyak 75.000 orang, hanya tercapai 72,5 persen. 

“Begitupula dengan pertumbuhan sektor transportasi dan akomodasi di sektor pariwisata pada 2018 melambat sebesar 7,35 persen, dibanding tahun 2017 sebesar 7,96 persen.  Hal yang sama juga terjadi pada investasi di bidang pariwisata. Penanaman modal dalam negeri untuk pariwisata hanya menyumbang 4,53 persen atau Rp 104 miliar dari total investasi di Sumbar. Sementara untuk penanaman modal asing menyumbang 15, 27 persen atau $ 27,6 juta,” bebernya dalam pertemuan tahunan BI Sumbar dengan pemerintah daerah dan mitra, di Padang, Rabu (4/12/2019).

Kemudian, jelas Wahyu, berdasar riset BI dengan Tourism Development Center Universitas Andalas terhadap atraksi, amenitas, aksesibilitas, promosi, dan pelaku usaha di 9 daerah pariwisata di Sumbar, ternyata masih ada hambatan dalam pengembangan pariwisata. Antara lain, kepemilikan lahan, belum adanya atraksi berbasis aktivitas yang dapat mempengaruhi lamanya wisatawan berkunjung.

“Memang perlu pembenahan serius jika ingin pariwisata berkembang. Yang perlu dibenahi, yakni koordinasi dan komunikasi antar pihak terkait yang membuat pengembangan pariwisata tidak terintegrasi, sehingga belum memiliki keunikan masing-masing. Budaya melayani yang ramah yang belum optimal, kemudian kebersihan,” bebernya.

Dengan kondisi itu, Wahyu mengajak pemerintah daerah dan lembaga terkait, serta tokoh masyarakat untuk bersinergi memajukan pariwisata. Apalagi Sumbar telah memiliki modal label atau penghargaan sektor pariwisata berskala internasional. Sebut saja, destinasi wisata halal dunia,randang sebagai kuliner terlezat dunia, Nagari Pariangan sebagai desa terindah di dunia, dan bekas tambang batubara Sawahlunto yang menjadi warisan budaya dunia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00